AKURAT.CO Siapa yang tak kenal Dogecoin? Aset kripto yang lahir dari meme anjing Shiba Inu ini kini menjadi salah satu koin paling populer di dunia. Meski awalnya hanya dianggap sebagai memecoin, Dogecoin berhasil membangun komunitas besar dan menarik perhatian banyak investor.
Dogecoin merupakan turunan dari Litecoin yang muncul ketika para pengembang mencoba mengeksplorasi potensi Bitcoin.
Walau sempat diragukan, koin ini justru berhasil mencatatkan kapitalisasi pasar hingga 23 miliar dolar AS pada Desember 2021, menjadikannya aset kripto terbesar ke-11 di dunia. Bahkan, Dogecoin pernah masuk jajaran lima besar kripto global.
Sejarah Dogecoin: Candaan yang Jadi Serius
Dogecoin pertama kali diperkenalkan pada Desember 2013 oleh Billy Markus (programmer IBM asal AS) dan Jackson Palmer (manajer produk Adobe asal Australia). Diluncurkan pada 6 Desember 2013, Dogecoin awalnya hanya parodi terinspirasi meme Doge. Namun, hanya dalam dua minggu, harganya meroket hingga 300%.
Logo Shiba Inu yang ikonik membuat Dogecoin dikenal sebagai versi “fun” dari Bitcoin. Uniknya, koin ini tidak memiliki batas pasokan, sehingga harganya cenderung stabil di bawah 1 dolar.
Dogecoin membuktikan bahwa koin yang lahir dari candaan bisa berkembang menjadi aset digital dengan nilai besar. Namun, perlu diingat bahwa semua transaksi kripto memiliki risiko tinggi karena sifatnya yang fluktuatif.
Namun sebelum kamu membeli aset crypto tentunya kamu harus melakukan analisa harga coin crypto terlebih dahulu.
Sebelum membeli Dogecoin atau aset kripto lain, lakukan selalu riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana dingin agar investasi tetap aman. Dengan strategi tepat, Dogecoin bisa menjadi salah satu aset menarik dalam portofolio kripto.
Persiapan Sebelum Membeli Dogecoin
Sebelum mulai bertransaksi, ada beberapa hal penting yang harus disiapkan:
1. Akun Exchange – Daftar di bursa kripto yang mendukung Dogecoin seperti Binance, Bybit, OKX, atau Uniswap.
2. Verifikasi Identitas (KYC) – Unggah dokumen resmi seperti KTP atau paspor.
3. Dana Awal – Gunakan stablecoin seperti USDT, atau koin besar seperti ETH/BNB.
4. Dompet Pribadi – Disarankan menyimpan Dogecoin di wallet seperti MetaMask atau Trust Wallet untuk keamanan ekstra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









