AKURAT.CO Eksekutif Firefox mengumumkan rencana besar untuk membawa teknologi kecerdasan buatan (AI) ke dalam peramban. Kebijakan ini menunjukkan ambisi Mozilla dalam menghadirkan pengalaman menjelajah yang lebih pintar dan personal.
Menurut General Manager Firefox, Anthony Enzor-DeMeo, integrasi AI akan membuat pengguna bisa mendapatkan bantuan langsung saat berselancar di internet. Fitur ini dapat merangkum informasi, memberikan saran dan menjawab pertanyaan tanpa harus membuka tab baru.
Tren ini muncul setelah beberapa raksasa teknologi merilis browser berbasis AI seperti ChatGPT Atlas dari OpenAI, Edge dengan Mode Copilot dari Microsoft dan Chrome with Gemini dari Google. Semua platform tersebut berfokus pada pengalaman penjelajahan yang lebih interaktif dan efisien.
Enzor-DeMeo menilai bahwa masa depan browser akan berpusat pada asisten digital yang mendampingi pengguna dalam setiap aktivitas online. Meski begitu, ia menegaskan pentingnya menjaga privasi pengguna di tengah berkembangnya teknologi berbasis data, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Rabu (29/10/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









