Iklan Liburan Copilot Microsoft Dinilai Lebih Banyak Fantasi daripada Realita

AKURAT.CO Microsoft kembali merilis iklan Copilot AI bertema liburan yang menampilkan berbagai skenario bantuan digital di rumah. Mulai dari dekorasi Natal hingga memasak, iklan ini bertujuan menunjukkan kecanggihan Copilot dalam kehidupan sehari-hari.
Iklan berdurasi 30 detik tersebut memperlihatkan pengguna meminta Copilot membantu sinkronisasi lampu, mengatur pencahayaan dan mempersiapkan suasana rumah yang meriah. Bahkan, iklan ini menampilkan cameo Santa Claus untuk memperkuat nuansa liburan.
Salah satu adegan menyoroti Copilot yang seolah mampu menghubungkan lampu rumah dengan musik Natal melalui layanan bernama Relecloud. Namun, Relecloud ternyata bukan perusahaan rumah pintar sungguhan, melainkan entitas fiktif yang kerap digunakan Microsoft dalam simulasi.
"Semua tanggapan Copilot adalah tanggapan aktual yang diberikan Copilot terhadap skenario yang ditunjukkan dan pertanyaan yang diajukan pada suatu titik waktu," ujar Nicci Trovinger selaku Manajer Umum Pemasaran Windows, dikutip dari TheVerge, Sabtu (20/12/2025).
Microsoft menegaskan bahwa respons Copilot dalam iklan merupakan jawaban nyata, meski telah dipersingkat untuk kebutuhan kreatif. Kendati demikian, banyak pihak menilai adegan-adegan tersebut lebih bersifat ilustratif daripada representasi kemampuan sebenarnya.
Pengujian langsung menunjukkan Copilot sering mengalami kesalahan saat diminta memandu pengguna melalui antarmuka aplikasi pencahayaan. AI tersebut kerap menyoroti tombol yang tidak ada dan memberikan instruksi yang tidak sesuai dengan tampilan layar.
Masalah serupa juga muncul ketika Copilot digunakan untuk membaca instruksi perakitan furnitur. AI ini sering salah mengidentifikasi komponen dan keliru membaca urutan langkah, sehingga justru membingungkan pengguna.
Dalam skenario memasak, Copilot ditampilkan mampu menyesuaikan resep untuk jumlah porsi yang lebih besar. Pada praktiknya, AI tersebut hanya memberikan perhitungan sebagian dan gagal menyelesaikan penyesuaian secara menyeluruh.
Iklan juga memperlihatkan Copilot menafsirkan aturan lingkungan perumahan terkait dekorasi halaman. Fakta bahwa dokumen dan gambar dalam iklan dibuat khusus semakin menegaskan kesenjangan antara promosi dan penggunaan nyata.
Secara keseluruhan, iklan Copilot terbaru Microsoft dinilai lebih menjual imajinasi daripada fungsi riil. Harapan besar terhadap kecerdasan AI ini masih belum sepenuhnya sejalan dengan pengalaman pengguna di lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







