Kurangi Ketergantungan Chip AI pada Nvidia, OpenAI Gelontorkan Investasi Miliaran Dolar

AKURAT.CO OpenAI mempercepat ekspansi infrastruktur dengan menginvestasikan dana besar ke berbagai produsen chip AI. Strategi ini menunjukkan upaya mengurangi ketergantungan pada satu pemasok, meski Nvidia masih mendominasi pasar semikonduktor AI.
CEO OpenAI, Sam Altman, menekankan kebutuhan daya komputasi yang terus meningkat seiring melonjaknya permintaan teknologi AI. Kondisi ini mendorong OpenAI agresif menjalin kemitraan bernilai miliaran dolar dengan berbagai pembuat chip global.
Sejumlah perusahaan besar menjadi mitra OpenAI, mulai dari Nvidia, AMD, hingga Broadcom dan Cerebras. Kolaborasi ini bertujuan memastikan ketersediaan prosesor untuk pengembangan dan operasional sistem AI skala besar.
Baca Juga: Persaingan Chip AI Makin Panas, Dominasi Nvidia Mulai Terancam
Nvidia masih berperan sebagai mitra utama OpenAI sejak awal pengembangan model bahasa besar. Pada 2025, kerja sama diperluas lewat komitmen pembangunan sistem AI hingga 10 gigawatt, meski kelanjutan penuh proyek tersebut belum sepenuhnya dijamin.
Di sisi lain, OpenAI menggandeng AMD untuk menyebarkan GPU hingga enam gigawatt dalam beberapa tahun ke depan. Kerja sama ini menandai upaya memperkuat pasokan komputasi AI jangka panjang.
Dikutip dari CNBC, Minggu (18/1/2026), kesepakatan dengan AMD bernilai miliaran dolar dan mencakup penggunaan chip generasi terbaru. Implementasi awal ditargetkan mulai berjalan pada paruh kedua 2026.
Selain itu, OpenAI menjalin kemitraan strategis dengan Broadcom untuk mengembangkan chip AI kustom. Proyek ini menargetkan penyebaran akselerator hingga 10 gigawatt dan diproyeksikan selesai pada 2029.
OpenAI mengumumkan kesepakatan lebih dari $10 miliar (sekitar Rp168 triliun) dengan Cerebras untuk penyediaan chip AI berskala wafer. Kerja sama ini menyiapkan kapasitas hingga 750 megawatt secara bertahap sampai 2028.
Bagi Cerebras, kemitraan dengan OpenAI menjadi dorongan penting di tengah persiapan menuju pasar publik. Kesepakatan ini juga memperkuat posisi Cerebras sebagai alternatif di tengah dominasi chip AI konvensional.
Selain produsen chip, OpenAI memperluas kerja sama infrastruktur cloud dengan Amazon Web Services melalui kontrak senilai $38 miliar (sekitar Rp641 triliun). OpenAI juga memanfaatkan kapasitas Google Cloud, namun menegaskan belum berencana menggunakan chip internal milik Google.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







