Framework Laptop 13 Pro Siap Jadi 'MacBook Pro'-nya Linux, Bawa Desain Baru dan Upgrade Modular

AKURAT.CO Framework memperkenalkan Framework Laptop 13 Pro sebagai generasi terbaru yang tidak hanya membawa peningkatan spesifikasi, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai laptop modular yang ditujukan untuk pengguna Linux.
Sejak awal, Framework memang dikenal dengan pendekatan bongkar-pasang, namun versi Pro ini jadi strategi paling serius karena menggabungkan desain baru dengan performa yang lebih efisien dalam satu paket.
Perubahan paling terasa ada pada sasis yang kini menggunakan aluminium CNC, membuat bodi lebih kokoh sekaligus memberi kesan premium. Meski begitu, konsep modular tetap dipertahankan sehingga pengguna masih bisa mengganti komponen secara mandiri.
Dimensinya sendiri tidak berubah jauh dari generasi sebelumnya, dengan ketebalan sekitar 15,86 mm dan bobot 1,4 kg, sehingga tetap nyaman untuk mobilitas tanpa terasa berat.
Di bagian layar, Framework menyematkan panel 13,5 inci rasio 3:2 dengan resolusi 2880 x 1920 piksel yang lebih tajam untuk kebutuhan produktivitas. Refresh rate adaptif hingga 120 Hz juga membuat pengalaman visual terasa lebih halus.
Menariknya, ini menjadi pertama kalinya layar sentuh hadir di seri Framework 13 inci, melengkapi fitur yang sebelumnya belum tersedia di lini ini.
Untuk performa, laptop ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra Series 3 dengan pilihan hingga Core Ultra X9 yang dirancang untuk efisiensi daya sekaligus kinerja yang stabil. Pendekatan ini membuatnya lebih relevan untuk kebutuhan kerja modern.
Baca Juga: Cara Mengatasi Laptop Lemot Setelah Update Sistem Operasi
Dikutip dari laman resminya, Sabtu (25/4/2026), Framework juga membekali perangkat ini dengan dukungan PCIe 5.0 dan Wi-Fi 7, yang membuka ruang untuk kecepatan transfer data lebih tinggi serta konektivitas yang lebih siap untuk masa depan.
Di sektor memori, Framework menggunakan modul LPCAMM2 hingga 64GB yang menawarkan kecepatan tinggi, meski saat ini belum banyak tersedia di pasaran umum.
Daya tahan juga jadi fokus, dengan baterai 74 WHr yang meningkat sekitar 22 persen dibanding generasi sebelumnya. Kapasitas ini diharapkan mampu menunjang penggunaan lebih lama tanpa sering mencari charger.
Untuk mendukungnya, Framework menyertakan adaptor GaN 100W agar proses pengisian tetap cepat dan efisien, terutama untuk penggunaan intensif.
Keunggulan utama tetap ada pada fleksibilitas upgrade, di mana pengguna bisa mengganti komponen seperti layar, sasis, hingga baterai secara bertahap tanpa harus membeli perangkat baru secara utuh.
Selain itu, Framework kini menyediakan opsi Ubuntu yang bisa langsung digunakan pada unit pre-built, menjadikannya lebih praktis bagi pengguna Linux tanpa perlu instalasi tambahan.
Framework Laptop 13 Pro dijadwalkan meluncur pada Juni 2026 dengan harga mulai dari US$1.199 (sekitar Rp20 jutaan) untuk versi DIY dan US$1.499 (sekitar Rp25 jutaan) untuk varian siap pakai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal


