Akurat Logo

Tak Semua Bisa Digantikan, Ini Pekerjaan yang Masih Sulit Disentuh AI

Winna Wandayani | 1 Mei 2026, 15:13 WIB
Tak Semua Bisa Digantikan, Ini Pekerjaan yang Masih Sulit Disentuh AI
Ilustrasi AI (Freepik)

AKURAT.CO Di tengah maraknya otomatisasi, tidak semua profesi langsung tergeser oleh kecerdasan buatan (AI). Sejumlah pekerjaan justru masih relatif 'aman' karena membutuhkan kemampuan yang belum bisa ditiru mesin.

Kemampuan tersebut terutama berkaitan dengan empati, interaksi manusia dan pengambilan keputusan kompleks. Hal-hal ini masih menjadi keunggulan utama manusia dibanding teknologi saat ini.

Dikutip dari World Economic Forum, Kamis (30/4/2026), AI lebih cepat menggantikan pekerjaan berbasis pola. Pekerjaan administratif menjadi salah satu yang paling rentan terdampak otomatisasi.

Sementara itu, analisis McKinsey menilai pekerjaan dengan unsur manusia cenderung bertahan lebih lama. Profesi yang mengandalkan interaksi dan penilaian kompleks masih sulit sepenuhnya digantikan AI.

Berikut pekerjaan yang masih sulit digantikan oleh AI:

1. Tenaga Kesehatan

Dokter, perawat dan terapis masih sulit digantikan karena:

- Membutuhkan empati dan komunikasi langsung

- Penanganan pasien tidak selalu bisa berbasis data

2. Pekerja Lapangan & Teknis

Contohnya teknisi, mekanik, atau pekerja konstruksi. Profesi ini bertahan karena:

- Lingkungan kerja tidak terstruktur

- Membutuhkan adaptasi cepat di lapangan

Baca Juga: Serangan Siber Naik, OJK Dorong Industri Keuangan Perkuat Ketahanan

3. Profesi Berbasis Relasi

Seperti guru, Human Resources (HR), hingga sales, yang mengandalkan:

- Kepercayaan

- Pemahaman emosi

- Interaksi sosial

4. Pekerjaan Kreatif Strategis

Misalnya creative director atau brand strategist. Meskipun AI bisa membuat konten:

- AI belum memahami konteks budaya secara menyeluruh

- AI tidak memiliki visi atau intuisi manusia

5. Manajer & Pengambil Keputusan

AI dapat memberikan rekomendasi berbasis data, tetapi:

- Keputusan bisnis sering berada dalam kondisi tidak pasti

- Banyak faktor non-data seperti sosial dan budaya

Catatan Penting

Pekerjaan-pekerjaan ini tidak sepenuhnya kebal terhadap AI, melainkan akan beradaptasi seiring perkembangan teknologi. Banyak peran kerja tidak hilang, tetapi berubah dalam fungsi dan cara kerjanya.

Perubahan ini terlihat dari pergeseran tugas, bukan penghapusan profesi secara total. Dikutip dari The New York Times, AI lebih sering menjadi alat pendukung dibanding pengganti penuh tenaga manusia.

Sebagai contoh, guru mulai memanfaatkan AI untuk menyusun materi pembelajaran, sementara dokter menggunakannya untuk analisis atau diagnosis awal. Artinya, peran manusia tetap ada, tetapi cara kerjanya semakin berubah akibat teknologi.

Yang sulit digantikan AI bukan sekadar jenis pekerjaannya, tapi unsur 'manusia' di dalamnya. Semakin tinggi aspek empati, kreativitas dan kompleksitas, semakin kecil peluang untuk sepenuhnya digantikan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.