Trump Bentuk Tim Khusus AI, Ini Tugas Super Intelligence Force

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membentuk tim khusus bernama 'Super Intelligence Force' untuk menangani perkembangan kecerdasan buatan (AI). Tim ini dipimpin Direktur Intelijen Nasional, Jay Clayton.
Tim tersebut akan melapor kepada Trump dan Kepala Staf Gedung Putih, Susie Wiles. Anggotanya juga mencakup Ketua Federal Trade Commission, Andrew Ferguson, dan Wakil Menteri Pertahanan, Emil Michael.
Trump mengatakan tim ini akan menghubungkan pemerintah dengan berbagai pihak terkait AI. Pihak tersebut mencakup konsumen, kelompok publik, organisasi keagamaan, hingga perusahaan AI.
"Pasukan Super Intelligence akan mengoordinasikan interaksi Pemerintah Federal dengan konsumen, kelompok kepentingan publik, organisasi keagamaan, penyedia infrastruktur kritis dan perusahaan Super Intelligence," tulis Trump di Truth Social, dikutip Senin (5/10/2026).
Berikut sejumlah tugas Super Intelligence Force:
1. Mengoordinasikan keterlibatan pemerintah dengan konsumen terkait perkembangan AI.
2. Berkomunikasi dengan kelompok kepentingan publik mengenai isu AI.
3. Melibatkan organisasi keagamaan dalam pembahasan mengenai teknologi AI.
4. Berkoordinasi dengan penyedia infrastruktur penting yang menggunakan atau terdampak AI.
5. Menjalin komunikasi dengan perusahaan pengembang teknologi AI.
6. Mengoordinasikan keterlibatan pemerintah dalam berbagai isu yang berkaitan dengan perkembangan AI.
Perdebatan soal kebijakan AI di AS semakin berkembang. Sejumlah pihak mendorong regulasi, sementara Trump memilih opsi pengaturan mandiri oleh industri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







