Akurat Logo

ABUPI dan Krakatau Soroti Pemanfaatan Teknologi untuk Efisiensi Pelabuhan

Winna Wandayani | 24 Oktober 2026, 21:00 WIB
ABUPI dan Krakatau Soroti Pemanfaatan Teknologi untuk Efisiensi Pelabuhan
ABUPI dan Krakatau Bahas Tantangan dan Pengembangan Pelabuhan Indonesia (AKURAT.CO/Winna Wandayani)

AKURAT.CO Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) menyoroti pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi pelabuhan. Sementara itu, PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) menggunakan teknologi bongkar muat untuk mempercepat pelayanan kapal.

Ketua Umum ABUPI, Liana Trisnawati, mengatakan pelaku usaha masih menghadapi kendala regulasi dan investasi. Salah satunya adalah proses mendapatkan konsesi untuk mengelola terminal umum.

"Detailnya yang sekarang ini terkait dengan regulasi konsesi. Ya, nggak mudah untuk bisa mendapatkan konsesi menjadi terminal umum," ujarnya kepada wartawan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

ABUPI Soroti Smart Port dan Green Port

ABUPI mendorong digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan. Asosiasi juga menyoroti pengembangan pelabuhan pintar (smart port) dan pelabuhan hijau (green port).

Salah satu penerapan green port adalah penggunaan panel surya untuk memenuhi sebagian kebutuhan energi. Namun, pemanfaatannya belum optimal karena kebutuhan listrik setiap pelabuhan berbeda.

Liana menilai penerapan teknologi tersebut membutuhkan dukungan regulasi yang sesuai. Standar dan sertifikasi juga diperlukan untuk mendorong pengembangan smart port dan green port.

Teknologi Krakatau Pangkas Waktu Bongkar Muat

PT Krakatau Bandar Samudera menggunakan Continuous Ship Unloader (CSU) untuk mempercepat proses bongkar muat. Alat ini terhubung dengan konveyor yang menyalurkan kargo langsung menuju gudang.

Teknologi tersebut memangkas waktu pembongkaran kapal bermuatan 60.000 ton dari sekitar enam hari menjadi tiga hingga empat hari. Penerapannya membantu perusahaan meningkatkan efisiensi pelayanan kapal.

"Tapi dengan teknologi kami yang baru, CSU, Continuous Ship Unloader yang memang link, langsung menggunakan conveyor sampai dengan ke gudang, itu bisa dibongkar 3 sampai dengan 4 hari," kata Abdulloh dari PT Krakatau Bandar Samudera.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.