REI: Properti Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

AKURAT.CO Sektor properti dinilai berpotensi menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan kontribusi hingga 1–1,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Joko Suranto mengatakan, investasi di sektor properti setiap tahunnya konsisten berada pada kisaran Rp120–150 triliun.
Hingga pertengahan 2025, realisasi investasi properti sudah mencapai Rp75 triliun. Jika tren ini berlanjut, total investasi di akhir tahun diperkirakan menembus Rp150 triliun.
“Sektor properti ini bisa memberikan dampak pertumbuhan ekonomi sekitar 1-1,5%. Selama ini investasi di sektor properti ini setiap tahunnya, itu minimalnya adalah Rp120-150 triliun. Dari riset, maka itu sudah memberikan kontribusi di atas 0,6%,” kata Joko dalam webinar "Menakar Taji BUMN Properti Menyukseskan 3 Juta Rumah" yang diadakan Akurat.co bekerjasama dengan BTN, Kamis (21/8/2025).
Baca Juga: Mengapa Investasi Properti Masih Jadi Pilihan Terbaik di 2025? Cek Selengkapnya di Sini!
Menurut Joko, jika program pembangunan 2 juta rumah per tahun yang dicanangkan pemerintah dapat terealisasi, dampak penggandanya (multiplier effect) akan semakin luas.
Pembangunan masif tersebut tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga mendorong tumbuhnya industri manufaktur, kewirausahaan, serta mempercepat distribusi pendapatan di masyarakat.
“Maka ini adalah industri baru atau skema bisnis baru yang bisa memberikan dampak yang sangat besar buat ekonomi Indonesia,” ujar Joko.
Adapun, Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa penyediaan perumahan rakyat tetap menjadi agenda prioritas pemerintah.
Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026, pemerintah akan memberikan dukungan bagi pembangunan sebanyak 770 ribu unit rumah.
“Total jumlah rumah yang akan mendapat dukungan APBN 2026 adalah 770 ribu rumah,” ujar Presiden Prabowo dalam pidato pengantar Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2026 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Prabowo menegaskan program 3 Juta Rumah untuk Rakyat masih menjadi prioritas pembangunan. Program tersebut merupakan penjabaran dari Astacita atau delapan cita-cita pembangunan nasional yang digagasnya, khususnya dalam aspek pemerataan infrastruktur dari desa hingga kota.
Baca Juga: Animo Tinggi di BNI WonderX 2025, Promo Properti Bikin Milenial Berebut
Skema pembiayaan rumah yang diusung pemerintah mencakup Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di desa, kota, dan kawasan pesisir, serta kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk rumah komersial.
“Program ini ditujukan agar masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah, dapat mengakses hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan,” kata Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






