IIF Suntik Rp3,1 T untuk Perkuat Fondasi Ekonomi Digital Indonesia

AKURAT.CO Kencangnya arus digitalisasi membuat peran infrastruktur telekomunikasi jadi tulang punggung utama. Salah satu pemain yang ikut tancap gas di sektor ini adalah PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF).
Perusahaan pembiayaan ini diam-diam sudah menyuntikkan dana hingga Rp3,1 triliun untuk membangun fondasi ekonomi digital Tanah Air.
Langkah ini bukan main-main. IIF ikut mendanai berbagai proyek vital, mulai dari kabel serat optik bawah laut penghubung Jakarta-Singapura, pembangunan menara BTS, data center, hingga satelit. Semua proyek itu punya satu tujuan: memperluas konektivitas digital di seluruh penjuru Indonesia.
Menurut Chief Investment Officer IIF, M. Ramadhan Harahap, pembangunan infrastruktur digital ini adalah bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Mereka ingin ekonomi digital Indonesia bukan cuma tumbuh, tapi juga inklusif merata hingga ke pelosok.
“Transformasi digital butuh pondasi yang kuat. Kalau konektivitas belum merata, sulit bicara soal ekonomi digital yang adil dan berkelanjutan,” jelas Ramadhan dalam keterangan di Jakarta, Senin (14/4/2025).
Baca Juga: PANI Gandeng Forum CSR Serang, Perkuat Infrastruktur dan Kesejahteraan Warga
Tak berhenti di situ, IIF juga baru saja ikut sindikasi kredit bareng Smartfren dan Smartel senilai Rp10 triliun pada November 2024. Dalam skema ini, IIF mengambil bagian sebesar Rp500 miliar. Sebuah komitmen nyata bahwa mereka bukan sekadar penonton di era disrupsi digital.
Bukan hanya bicara teknologi, proyek ini juga punya dampak sosial. Konektivitas yang diperluas bisa membuka pintu akses ke pendidikan, layanan kesehatan, dan lapangan kerja di daerah yang selama ini belum tersentuh jaringan stabil.
“Dengan infrastruktur yang merata, masyarakat di desa pun bisa menikmati peluang yang sama seperti yang ada di kota. Ini soal pemerataan, bukan cuma pertumbuhan,” lanjutnya.
Menurut laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai transaksi digital (GMV) Indonesia diperkirakan tumbuh dari 80 miliar dolar AS pada 2023 menjadi USD90 miliar pada 2024. Dan angka itu diprediksi makin melejit jadi USD360 miliar alias Rp5.680 triliun pada 2030.
Baca Juga: Wajib Belajar 13 Tahun Siap Diluncurkan, Lestari Moerdijat Ingatkan Pemerintah Perkuat Infrastruktur
Melihat angka-angka fantastis itu, langkah IIF bisa dibilang sangat tepat. Mereka tak hanya ikut mendukung infrastruktur, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi baru berbasis digital yang lebih merata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










