Gempa NTT, Kementerian PU Tangani 94 Titik Jalan dan Jembatan

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan penanganan terhadap infrastruktur yang terdampak setelah sepekan gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hingga 20 Agustus 2026, tim Kementerian PU telah memeriksa puluhan titik longsoran dan jembatan di sejumlah ruas jalan nasional, sekaligus melakukan pembersihan, pengamanan, dan menyiapkan penanganan permanen pada lokasi yang mengalami kerusakan.
Berdasarkan pendataan awal Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur, tercatat 94 titik jalan dan jembatan rusak akibat gempa, terdiri dari 75 titik longsoran, tiga titik amblas, serta 16 jembatan dan duiker.
Dari jumlah tersebut, Tim Satuan Tugas Tanggap Darurat Bencana Direktorat Jenderal Bina Marga telah melakukan pemeriksaan lapangan pada 34 titik longsoran dan sembilan jembatan/duiker.
Baca Juga: Kementerian PU Tangani 1.229 Lokasi Terdampak Kekeringan El Nino
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, sejak hari pertama terjadinya gempa, dirinya telah menginstruksikan jajaran balai di wilayah NTT untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memberikan dukungan penuh dalam penanganan pascabencana.
"Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan," kata Dody dikutip dari laman Kementerian PU, Senin (24/8/2026).
Penanganan dilakukan secara bertahap. Pada lokasi longsoran yang mengganggu badan jalan, tim melakukan pembersihan material dan pengamanan agar kendaraan tetap dapat melintas.
Sementara pada titik yang memiliki potensi longsor lanjutan atau mengalami kerusakan struktur, Kementerian PU menyiapkan penanganan lebih permanen.
Di ruas Ruteng–Reo–Kedindi, misalnya, material batuan yang menutup area jalan telah dibersihkan. Untuk mengantisipasi longsor susulan, penanganan lanjutan disiapkan melalui pemasangan rock bolt, wire mesh, dan rockfall barrier. Setelah penanganan darurat, lalu lintas pada lokasi tersebut tetap dapat berfungsi dua arah.
Penanganan juga dilakukan di ruas Ruteng–Km 210 dan Km 210–Batas Kabupaten Manggarai. Selain membersihkan material longsoran dan batuan, Kementerian PU memasang rambu peringatan, menutup retakan badan dan bahu jalan, membersihkan saluran, serta menyiapkan penguatan lereng menggunakan rock bolt dan jaring pengaman pada lokasi yang membutuhkan penanganan permanen.
Sementara di wilayah Ende, penanganan dilakukan pada sejumlah titik di ruas Aegela–Batas Kota Ende, Batas Kota Ende–Detusoko, Junction–Wolowaru, serta Wolowaru–Lianunu.
Pembersihan longsoran telah dilakukan, sementara bahu jalan yang terdampak diperkuat dan beberapa lokasi disiapkan untuk penanganan permanen berupa dinding penahan tanah, shotcrete, jaring aktif, maupun sistem drainase untuk mengendalikan aliran air dari lereng.
Kementerian PU memastikan kondisi 15 ruas jalan nasional yang terdampak gempa secara umum tetap fungsional. Arus kendaraan, termasuk distribusi logistik dan BBM, juga masih berjalan lancar.
Selain jalan, pemeriksaan juga dilakukan Kementerian PU pada jembatan terdampak seperti penanganan expansion joint, elastomer, abutment, dinding sayap, serta elemen pengaman sungai.
Baca Juga: Kementerian PU Catat Progres Infrastruktur 2026 Capai 54,84 Persen
Penanganan sementara dilakukan untuk mengamankan struktur dan area sekitar, sementara rehabilitasi permanen disiapkan agar jembatan dapat kembali berfungsi sesuai perencanaan.
Salah satunya Jembatan Nanga Roro di ruas Aegela–Batas Kota Ende. Hasil pemeriksaan ditemukan kerusakan pada sejumlah elemen jembatan, termasuk balok penahan gempa, fondasi yang mengalami gerusan, dinding penahan tanah, wingwall, dan expansion joint.
Kementerian PU melalui BPJN NTT dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap infrastruktur terdampak, termasuk mengantisipasi kemungkinan kerusakan lanjutan akibat gempa susulan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







