Pemerintah Cari Solusi Atasi Kendala SLIK hingga Perizinan dalam Program 3 Juta Rumah

AKURAT.CO Pemerintah menghadapi sejumlah hambatan dalam mengejar target Program 3 Juta Rumah. Selain persoalan pembangunan fisik, percepatan penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) turut berhadapan dengan persoalan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, ketersediaan lahan hingga proses perizinan di daerah.
Persoalan tersebut menjadi pembahasan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat menerima jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) di Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Pertemuan pemerintah dan pengembang itu tidak hanya membahas penambahan jumlah rumah subsidi. Pemerintah juga mendorong penyelesaian berbagai persoalan teknis dan regulasi yang dinilai dapat memengaruhi kecepatan pembangunan rumah bagi masyarakat.
Baca Juga: OJK Bidik Kredit UMKM Tumbuh 9 Persen pada 2026, SLIK Jadi Andalan
Dalam pertemuan tersebut, Himperra menyampaikan sejumlah usulan untuk mengatasi hambatan pembangunan perumahan. Di antaranya berkaitan dengan keberpihakan pemerintah terhadap SLIK OJK, penyediaan lahan, serta proses perizinan.
Persoalan itu menjadi penting karena percepatan pembangunan rumah tidak hanya bergantung pada kemampuan pengembang membangun unit secara fisik.
Kepastian lahan dan perizinan juga menentukan seberapa cepat proyek perumahan dapat berjalan dan rumah dapat diserahterimakan kepada masyarakat.
Menteri PKP, Maruarar Sirait mengatakan, pemerintah ingin membangun ekosistem perumahan yang lebih mudah, cepat, dan efisien melalui kerja sama dengan para pengembang.
"Kolaborasi pemerintah dan pengembang merupakan salah satu kunci untuk mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah," kata Maruarar dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026).
Di sisi lain, pemerintah tidak ingin percepatan pembangunan rumah subsidi hanya mengejar jumlah unit. Kualitas konstruksi dan kelayakan hunian tetap menjadi bagian penting dari pelaksanaan program.
Maruarar menegaskan penggunaan dana subsidi negara harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, keberhasilan program perumahan tidak semata-mata dilihat dari banyaknya rumah yang berhasil dibangun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










