Bedah Rumah di Subang Pakai Tender Rakyat, Anggaran Hemat Rp12,18 Juta

AKURAT.CO Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menguji mekanisme pengadaan terbuka dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dari simulasi Pemilihan Terbuka Toko (PTT) atau Tender Rakyat, pemerintah mencatat efisiensi anggaran Rp12,18 juta.
Efisiensi tersebut setara 5,35% dari total pagu pengadaan material sebesar Rp227,75 juta. Kementerian PKP menyatakan sisa anggaran dari proses tersebut akan dikembalikan untuk memberikan manfaat tambahan kepada masyarakat.
Menteri PKP,Maruarar Sirait mengatakan, mekanisme pengadaan terbuka dilakukan untuk memastikan anggaran program bedah rumah digunakan secara transparan dan efisien.
Baca Juga: Maruarar Dorong Menkeu Baru Percepat Pemanfaatan Aset Negara untuk Rumah Rakyat
"Program ini adalah program untuk rakyat. Karena itu harus transparan, terbuka dan tidak dipungut biaya apa pun. Sisa efisiensi anggaran akan kami kembalikan kepada rakyat untuk menjadi bantuan kembali," kata Maruarar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Dalam simulasi tersebut, terdapat dua toko bangunan yang mengikuti proses PTT, yakni TB Almira Utama Jaya dan TB Sumber Rejeki. Berdasarkan hasil pemilihan terbuka, TB Almira Utama Jaya ditetapkan sebagai toko yang menyediakan kebutuhan material pembangunan rumah penerima BSPS.
Maruarar menegaskan transparansi menjadi salah satu hal yang harus dijaga dalam pelaksanaan program perumahan pemerintah. Masyarakat penerima bantuan juga tidak boleh dibebani pungutan dalam bentuk apa pun.
"Presiden Prabowo meminta kepada para menterinya untuk membuat aturan yang mempermudah dan anggarannya jelas harus transparan," ujarnya.
Baca Juga: Menteri PKP Sorot Kelambanan Realisasi Program Bedah Rumah di Empat Provinsi
Menurut Maruarar, mekanisme tersebut bukan hanya ditujukan untuk menekan biaya pengadaan material, tetapi juga memastikan penggunaan anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
"Program ini adalah program untuk rakyat. Karena itu harus transparan, terbuka dan tidak dipungut biaya apa pun," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







