Gandeng UMKM, Menteri Ara Siap Tingkatkan Kualitas Hunian Rakyat Hingga Pasok Material

AKURAT.CO Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara), menegaskan komitmen pemerintah memperkuat rantai pasok perumahan nasional melalui sinergi antara Kementerian PKP dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembangunan hunian rakyat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Ara menyebut UMKM memiliki peran penting dalam penyediaan berbagai kebutuhan material dan layanan konstruksi. Karena itu, Kementerian PKP disebut terus membuka ruang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk menjadi bagian dalam ekosistem pembangunan perumahan.
“Selama kualitas UMKM baik, kita akan sinergikan dengan Kementerian PKP. Kita ingin UMKM menjadi bagian penting dari ekosistem perumahan,” ujar Ara dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Baca Juga: Perkuat Kepemimpinan ASN melalui Rakornas PKA dan PKP 2025
Dirinya menambahkan, kompetisi sehat antar-UMKM diyakini akan memberikan dampak positif bagi pembangunan perumahan nasional, termasuk untuk rumah subsidi maupun rumah umum.
Menurutnya, semakin banyak UMKM yang terlibat, semakin tinggi pula standar kualitas yang dapat dicapai.
“Saya melihat ekosistem UMKM perumahan ini kompetitifnya kuat. Dengan adanya kompetisi yang sehat dan pengembang yang mau memberi kesempatan, rakyat yang paling diuntungkan,” kata Ara.
Pernyataan tersebut disampaikan usai dirinya bertemu dengan Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, dalam pembahasan kerja sama lintas kementerian di sektor hunian.
Pertemuan itu menjadi salah satu langkah awal untuk membangun ekosistem rantai pasok perumahan yang lebih terintegrasi.
Di sisi lain, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengungkapkan pihaknya akan mulai melakukan pemetaan UMKM sektor perumahan berbasis wilayah.
Baca Juga: Menteri PKP Siapkan 5.000 Rumah Subsidi Untuk Wartawan di 2026
Tahap awal pemetaan akan difokuskan di tiga daerah, yakni Serang, Bogor, serta Semarang–Kendal, yang dianggap memiliki potensi kuat dalam industri bahan bangunan dan jasa konstruksi.
“Kami membangun ekosistem rantai pasok UMKM untuk sektor perumahan. Dengan pemetaan ini, UMKM di tiap daerah dapat terhubung langsung dengan kebutuhan pengembang,” jelas Maman.
Selain pemetaan, pertemuan kedua menteri itu juga menyoroti optimalisasi pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
Skema tersebut kini diarahkan untuk memperkuat kapasitas UMKM agar dapat terlibat lebih besar dalam penyediaan material dan berbagai layanan pendukung pembangunan hunian.
Kementerian PKP optimistis kolaborasi lintas kementerian ini akan mempercepat lahirnya UMKM unggulan di sektor perumahan. Upaya ini juga diyakini dapat memperkuat ekosistem pembangunan perumahan rakyat yang layak, terjangkau, dan berkualitas.
Ara menegaskan bahwa keterlibatan UMKM bukan hanya bagian dari strategi ekonomi, tetapi juga wujud keberpihakan pemerintah kepada usaha kecil agar dapat naik kelas melalui akses pasar yang lebih besar dan lebih jelas.
“Ketika UMKM tumbuh dan rakyat mendapat hunian yang baik, maka pembangunan berjalan dengan benar,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







