Tips Hindari Jeratan Pinjol Dan Merdeka Finansial Dengan Frugal Living

AKURAT.CO Di tengah maraknya kasus pengelolaan keuangan, Allian Indonesia memberikan tips untuk menghindari jeratan Pinjaman Online (Pinjol) dan Merdeka Finansial Pensiun Dini (FIRE) dengan Frugal Living.
Head Investment Communications Allianz Indonesia, Meta Lakhsmi PD, mengatakan masyarakat banyak tekanan, godaan, dan tuntutan untuk mengejar standar hidup tertentu. Godaan terbesar ada pada serangan konsumerisme di kalangan kaum muda guna membeli berbagai macam hal yang disediakan di pasaran.
“Keputusan untuk berbelanja pun lebih didorong oleh keinginan, dan bukan lagi atas dasar kebutuhan. Bahkan dalam perlombaan gaya hidup masyarakat urban, batas antara keinginan dan kebutuhan menjadi makin transparan lantaran persaingan antarkelas sosial begitu dinamis,” kata Meta dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (27/10/2023).
Baca Juga: 6 Alasan Mengapa Gen Z Dan Milenial Mudah Terjerat Pinjol!
Menurut Meta, fenomena tersebut terjadi karena faktor digitalisasi dan paparan media sosial. Media sosial memiliki peran besar dalam membentuk mindset, opini dan lifestyle. Inilah yang membuat sebagian besar orang berpikir untuk menyesuaikan standar yang terlihat di media sosial.
kehadiran metode pembayaran cicilan kartu kredit atau paylater maupun platform pinjol yang semakin marak dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan dengan hanya waktu kurang dari 24 jam, dana pinjol bisa cair ke tangan nasabah.
Sehingga, Meta membagikan tips agar dapat terhindar dengan fenomena tersebut, diantaranya bahwa masyarakat perlu memahami kondisi finansialnya dengan menjaga spending habit, melunasi hutang-hutang yang masih ada, dan memastikan dana darurat tersedia.
“Apabila berhutang menjadi jalan satu-satunya untuk membantu kondisi keuangan, pastikan bahwa total hutang maksimal 30 persen dari total aset,” ucap Meta.
Selain itu, perlu dilakukan perhitungan simulasi bunga pinjaman, khususnya untuk pinjol yang kurang transparan, serta cek izin usaha pinjol, apakah sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Jangan lupa juga untuk cek skor kredit di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK juga secara berkala untuk memastikan riwayat kredit kita di masa lalu sudah selesai dan tidak akan berpotensi untuk menimbulkan masalah di kemudian hari,” ungkap Meta.
Selanjutnya, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan OJK, pada tahun 2022 mencatat hasil indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68% dan indeks inklusi keuangan sebesar 85,10%.
Sejalan dengan hasil tersebut, Allianz Indonesia senantiasa meningkatkan kegiatan edukasi baik untuk literasi keuangan maupun inklusi keuangan, tidak hanya ditujukan untuk masyarakat luas dan nasabah Allianz saja namun juga untuk karyawan Allianz Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






