AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penurunan pada perdagangan Selasa, 6 Agustus 2024.
Analisa dari MNC Sekuritas mengungkapkan bahwa penurunan IHSG didorong oleh volume penjualan yang besar. Menurut analisis mereka, level IHSG yang berada di angka 7.207 telah keluar dari fase konsolidasi dan kini berada dalam fase bearish.
“Saat ini, IHSG berada di fase wave [c] dari wave 2, sehingga potensi penurunan lanjutan ke level 6.949-7.026 masih terbuka,” ungkap riset MNC Sekuritas dalam laporan mereka pada Selasa (6/8/2024).
Di sisi lain, Phintraco Sekuritas memiliki pandangan berbeda mengenai IHSG. Mereka memproyeksikan adanya potensi rebound pada Selasa, 6 Agustus.
“Kami melihat ada peluang technical rebound untuk IHSG menuju kisaran 7100-7120 hari ini,” tulis Phintraco Sekuritas dalam riset mereka.
Baca Juga: IHSG Sesi I Menguat 0,17 Persen
Phintraco Sekuritas juga menyebutkan bahwa penurunan IHSG pada Senin disebabkan oleh aksi panic selling sebagai respons terhadap isu-isu eksternal, seperti kekhawatiran mengenai resesi ekonomi di AS setelah tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,3% pada Juli 2024.
Selain itu, keputusan Bank of Japan (BoJ) untuk menaikkan suku bunga acuan menjadi 0,25% turut mempengaruhi pasar, dengan memicu aksi jual pada saham-saham Jepang pada Jumat dan Senin. Kenaikan suku bunga tersebut memperkuat nilai tukar Yen yang berdampak negatif pada perusahaan-perusahaan Jepang yang berorientasi ekspor.
“Pengetatan kebijakan moneter BoJ telah berdampak pada investor yang selama ini mengandalkan stabilitas kebijakan tersebut sebagai bagian dari strategi investasi mereka,” tambah Phintraco Sekuritas.
Phintraco Sekuritas juga mencatat kekhawatiran akan kemungkinan eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang dapat memicu perang skala penuh turut menyumbang penurunan IHSG.
“Kondisi ini telah menimbulkan kepanikan di pasar modal Indonesia, terlihat dari penurunan IHSG yang mencapai 4,2% di sesi kedua perdagangan Senin,” jelas mereka.
Namun, Phintraco Sekuritas menilai data ekonomi domestik terbaru masih solid. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2024 tercatat mencapai 5,05% year-on-year, melebihi ekspektasi sebelumnya sebesar 5%.
Selain itu, meski konflik geopolitik meningkat, harga batu bara yang naik justru menguntungkan Indonesia, dan fluktuasi harga minyak di sekitar USD80 per barel belum menimbulkan dampak negatif langsung.
Untuk perdagangan Selasa, Phintraco Sekuritas merekomendasikan fokus pada saham defensif seperti MYOR, AMRT, MAPI, INDF, dan KLBF.
Sebelumnya pada sesi perdagangan Senin, 5 Agustus 2024, IHSG ditutup turun 248,46 poin atau setara dengan 3,40% ke level 7.059,65.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










