Dolar Ambruk, Emas Siap Kembali ke Harga Rekor Tertinggi Juli 2024

AKURAT.CO Harga emas mengalami stabilitas pada hari Rabu 14 Agustus 2024, setelah gagal menembus level tertinggi pada perdagangan sebelumnya. Meskipun demikian, emas tetap berada dalam kisaran harga puncaknya setelah data harga produsen AS memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve pada September mendatang.
Pada pukul 6.19 WIB, harga emas spot tercatat di USD2.465,16 per ons troi, tidak berubah dari harga penutupan sebelumnya. Emas tetap mendekati rekor tertinggi yang tercapai pada bulan Juli, seiring dengan penurunan nilai dolar dan imbal hasil Treasury.
Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, sempat mencapai rekor tertinggi USD2.483,60 pada 17 Juli dan mengalami kenaikan 20% sepanjang tahun ini. Sedangkan harga penutupan tertinggi emas di perdagangan tercatat di USD2.472,90 per ons troi pada Senin, 12 Agustus 2024.
Baca Juga: Tak Cuma Emas, Kenali 3 Aset Safe Haven Lainnya
Harga emas berjangka untuk kontrak Desember 2024 di Commodity Exchange pagi ini berada di USD2.504,70 per ons troi, menurun dari USD2.507,80 per ons troi pada perdagangan sebelumnya.
Pelemahan dolar AS sebesar 0,4% terhadap mata uang utama pada perdagangan kemarin menjadikan emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Indeks dolar ditutup di level 102,56, terendah sejak 16 Januari 2024, sedangkan imbal hasil obligasi 10 tahun turun ke level terendah dalam seminggu terakhir.
Data harga produsen AS untuk bulan Juli menunjukkan kenaikan yang lebih rendah dari perkiraan, mengindikasikan penurunan inflasi. Pasar kini menantikan data indeks harga konsumen (CPI) bulan Juli yang akan dirilis hari ini serta data penjualan ritel pada Kamis untuk petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan bank sentral AS.
Selanjutnya, kepala operasi Allegiance Gold Alex Ebkarian, mengatakan kepada Reuters bahwa meskipun ada aksi ambil untung baru-baru ini, ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar serta kemungkinan pemangkasan suku bunga masih mendorong investor ke aset aman seperti emas.
Selain itu, ia menambahkan bahwa hasil CPI AS yang rendah besok bisa meningkatkan ekspektasi lebih jauh, yang berpotensi mendorong harga emas naik lebih lanjut. "Oleh karena itu, pencapaian rekor baru tinggal menunggu waktu," kata Commerzbank dalam sebuah catatan.
Menurut alat FedWatch CME Group, pelaku pasar memperkirakan kemungkinan sekitar 54% untuk pemangkasan suku bunga Fed sebesar 50 basis poin pada bulan September, dengan daya tarik emas batangan cenderung meningkat dalam kondisi suku bunga rendah.
Kekhawatiran meningkat mengenai kemungkinan konflik di Gaza meluas setelah terbunuhnya pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Iran bulan lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









