Ini Alasan OJK Gelar Bulan Fintecj Nasional dan IFSE 2024
Demi Ermansyah | 11 November 2024, 15:26 WIB

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat upaya meningkatkan literasi dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital melalui rangkaian acara Bulan Fintech Nasional (BFN) dan The 6th Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2024.
Di mana melalui acara ini diharapkan mampu memberikan pemahaman lebih mendalam kepada masyarakat, terutama mereka yang sebelumnya belum merasakan manfaat dari teknologi finansial (fintech), agar dapat mulai menggunakan berbagai produk dan layanan yang tersedia di sektor ini.
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, BFN dan IFSE tidak hanya berfokus pada peningkatan literasi keuangan tetapi juga bertujuan agar masyarakat mendapatkan akses langsung, baik secara fisik maupun virtual, ke informasi dan layanan fintech.
“Kita berharap mereka yang belum familiar dengan fintech dapat memahami manfaatnya, baik melalui kunjungan langsung, situs web, atau partisipasi virtual,” ujar Hasan dalam konferensi pers bersama media di Jakarta, Senin (11/11/2024).
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa, program ini menjadi wadah kolaborasi yang melibatkan OJK, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI), dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI).
Senada dengan Hasan, Ketua Umum AFSI Ronald Yusuf Wijaya menekankan pentingnya pendekatan literasi yang dapat dipahami masyarakat luas. “Kita harus mampu menyampaikan literasi dalam bahasa yang mudah dimengerti masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, tambahnya, melalui acara ini juga bertujuan memberikan pemahaman komprehensif terkait keamanan digital, mitigasi risiko, dan perlindungan data pribadi bagi para pengguna fintech.
Dengan menargetkan 500 hingga 750 peserta, IFSE 2024 akan menjadi tempat berbagi informasi terkini seputar perencanaan keuangan, perkembangan industri fintech global, serta perspektif industri fintech di tahun 2025.
Partisipan dari berbagai latar belakang, termasuk pelaku industri, regulator, akademisi, dan lembaga internasional, akan hadir dalam konferensi ini, memperkuat ekosistem keuangan digital Indonesia yang semakin inklusif dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









