AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji penerapan Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis aset kripto sebagai bagian dari upaya memperluas instrumen investasi yang lebih terjangkau dan aman bagi masyarakat.
Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari pelaku pasar, termasuk CEO Indodax, Oscar Darmawan, yang menilai langkah tersebut dapat mendorong pertumbuhan industri aset digital di Indonesia.
Menurut Oscar, ETF kripto dapat menjadi solusi bagi investor yang ingin berpartisipasi dalam ekosistem aset digital dengan cara yang lebih terstruktur, transparan, dan diawasi oleh regulator.
Dengan adanya regulasi yang jelas, investor tradisional yang sebelumnya enggan masuk ke pasar kripto karena kompleksitas teknis dapat berinvestasi dengan lebih mudah dan aman.
Baca Juga: Jumlah Unit Penyertaan Reksa Dana Indeks KISI MSCI Indonesia ETF (XKMS) Susut 2 Juta Unit
"Langkah OJK untuk menghadirkan regulasi ETF kripto sangat positif bagi industri ini. Jika regulasi ini diterapkan dengan baik, kita bisa melihat masuknya lebih banyak investor institusional, yang pada akhirnya akan meningkatkan likuiditas serta stabilitas pasar kripto di Indonesia," kata Oscar dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (15/2/2025).
ETF berbasis kripto merupakan instrumen investasi yang memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap aset digital tanpa harus membeli dan menyimpan kripto secara langsung.
Melalui ETF, aset kripto akan diperdagangkan dalam bentuk reksa dana yang terdaftar di bursa efek, sehingga memberikan akses yang lebih mudah bagi berbagai kalangan investor.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa kajian ini dilakukan untuk memastikan regulasi ETF kripto dapat diterapkan secara efektif dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku industri.
Regulasi ini juga bertujuan untuk melindungi investor dari risiko tinggi akibat volatilitas harga aset kripto.
Hasan menargetkan regulasi ETF kripto dapat diselesaikan pada tahun 2025. Ia menegaskan bahwa OJK akan memastikan bahwa mekanisme ETF kripto sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan perlindungan konsumen agar tidak menimbulkan risiko sistemik di industri keuangan.
Oscar Darmawan menambahkan bahwa tren adopsi aset kripto di Indonesia terus meningkat, seiring dengan bertambahnya jumlah investor yang tertarik pada aset digital sebagai alternatif investasi.
Regulasi ETF kripto yang jelas dan terstruktur akan menjadi katalis utama dalam mendorong pertumbuhan industri yang lebih berkelanjutan.
"Jika regulasi ini diberlakukan dengan tepat, kita bisa melihat peningkatan signifikan dalam partisipasi investor institusional serta berkembangnya berbagai produk investasi berbasis kripto yang lebih inovatif," ujar Oscar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










