Pergerakan IHSG di Antara Sentimen Devisa dan Pertumbuhan Ekonomi
Hefriday | 9 Mei 2025, 17:27 WIB

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan mengalami tekanan pada perdagangan Jumat (9/5/2025). Proyeksi ini muncul setelah IHSG mencatatkan penurunan tajam sebesar 1,42% pada sesi perdagangan sebelumnya, Kamis (8/5/2025).
Dikutip dari IDX, Jumat (9/5/2025) dalam laporan riset harian Phintraco Sekuritas, pergerakan IHSG menunjukkan kecenderungan menguji level support penting di kisaran 6.770. Hal ini diperkuat oleh indikator teknikal Stochastic RSI yang mulai turun dari area jenuh beli (overbought), yang menjadi sinyal teknis potensi pelemahan lanjutan.
“Stochastic RSI mulai bergerak turun dari overbought area, mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan pada IHSG ke 6.770,” tulis tim riset Phintraco dalam publikasinya, Jumat (9/5/2025).
Dari sisi domestik, pasar juga bereaksi negatif terhadap penurunan cadangan devisa Indonesia. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa per April 2025 sebesar USD152,5 miliar, turun signifikan dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar USD157,1 miliar. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak November 2024.
Meski demikian, secara fundamental, cadangan devisa Indonesia masih berada di atas ambang batas aman internasional. Posisi cadangan saat ini masih mampu membiayai 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri pemerintah. Standar kecukupan minimal internasional hanya tiga bulan impor.
Namun, kekhawatiran pasar tak hanya datang dari devisa. Data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2025 yang hanya mencapai 4,87% juga menjadi perhatian. Angka ini lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebelumnya dan menjadi sinyal perlambatan ekonomi nasional. “Perlambatan ini juga menjadi salah satu alasan investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) sejak awal pekan,” tulis Phintraco.
Dari sisi sektoral, tekanan terbesar terhadap IHSG datang dari saham-saham berbasis emas. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) misalnya, terkoreksi cukup dalam sebesar 5,09% pada perdagangan Kamis. Saham-saham emas lainnya pun turut mengalami penurunan seiring berkurangnya minat terhadap aset safe-haven pascapengumuman kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Inggris.
Pelemahan saham berbasis emas ini mencerminkan sentimen global yang mulai beralih dari aset lindung nilai menuju instrumen dengan risiko lebih tinggi, seiring membaiknya ekspektasi perdagangan internasional. Meski IHSG diproyeksi masih melemah, Phintraco Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi saham yang dinilai berpotensi bertahan dalam tekanan pasar.
Beberapa emiten yang direkomendasikan antara lain PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








