APBN 2025 Jadi Perisai Ekonomi Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga kredibilitas dan efektivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut APBN tahun depan akan diarahkan sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan inklusif.
“Pelaksanaan APBN 2025 sangat menantang karena lingkungan global yang berubah sangat cepat, dan juga karena adanya prioritas baru dari Presiden terpilih,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR dan Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (3/7/2025) malam.
Baca Juga: Target Ekonomi 2026, Menkeu Sri Minta Investasi Rp7.500 Triliun Digencarkan
Dirinya menekankan bahwa peran APBN tidak hanya sebagai alat fiskal biasa, melainkan sebagai shock absorber dan instrumen countercyclical untuk meredam tekanan eksternal terhadap perekonomian domestik.
"Oleh karena itu, strategi fiskal ini penting agar Indonesia tetap bisa menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan sosial," tambahnya.
Sebab, lanjutnya, strategi pengelolaan fiskal 2025 akan memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan belanja prioritas dan keberlanjutan fiskal.
Dengan defisit yang disepakati sebesar 2,78%n dari PDB, pemerintah berupaya menjaga ruang fiskal tetap sehat, sambil menyiapkan respons terhadap tekanan global.
Persetujuan penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) juga dinilai menjadi langkah strategis untuk mendanai defisit tanpa membebani pinjaman baru secara berlebihan.
Baca Juga: Menkeu Akui Ketidakpastian Global Kini Bersifat Permanen
“Kami mengapresiasi dukungan DPR yang telah memberikan persetujuan terhadap defisit dan penggunaan SAL. Ini bagian dari pengelolaan fiskal yang hati-hati,” kata Sri Mulyani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









