Target Tax Ratio 2025 Bakal Turun, Pemerintah Hadapi Tantangan Penerimaan Pajak

AKURAT.CO Pemerintah menghadapi tantangan berat dalam menjaga kinerja penerimaan perpajakan.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa proyeksi rasio pajak (tax ratio) tahun 2025 hanya akan mencapai 10,03% terhadap produk domestik bruto (PDB), lebih rendah dari target APBN sebesar 10,24%.
Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI yang dihadiri oleh Menteri PPN, Gubernur Bank Indonesia, dan Ketua Dewan Komisioner OJK, Kamis (3/7/2025) malam, Sri Mulyani menjelaskan bahwa kontribusi penerimaan perpajakan terhadap PDB masih tertekan meskipun berbagai reformasi telah dijalankan.
Baca Juga: DJP Gagal Naikkan Tax Ratio, Misbakhun: Apa Lagi Yang Dibutuhkan?
“Rasio pajak hanya diperkirakan 8,72 persen dari PDB, lebih rendah dari target 9,00 persen. Sedangkan bea dan cukai mencapai 1,30 persen, sedikit melampaui target 1,24 persen,” papar Sri Mulyani.
Pemerintah juga mencatat penurunan dalam kontribusi PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), yang hanya diproyeksikan sebesar 2,00% terhadap PDB lebih rendah dibandingkan target APBN sebesar 2,11%.
Sri Mulyani menilai pelemahan tax ratio ini merupakan cerminan dari tekanan ekonomi global, volatilitas harga komoditas, serta tantangan dalam memperluas basis pajak secara struktural.
Baca Juga: Target Ekonomi 2026, Menkeu Sri Minta Investasi Rp7.500 Triliun Digencarkan
Meskipun telah diluncurkan berbagai program seperti tax amnesty, Program Pengungkapan Sukarela (PPS), hingga reformasi Sistem Inti Perpajakan (Coretax), realisasi tax ratio tetap belum sesuai harapan.
“Kita terus melakukan reformasi, namun perlu waktu dan ketahanan fiskal yang kuat untuk memastikan rasio perpajakan bisa kembali naik secara berkelanjutan,” kata Menkeu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









