Pemerintah Optimistis Tax Ratio 2026 Naik hingga 10,45 Persen

AKURAT.CO Pemerintah optimistis rasio perpajakan nasional (tax ratio) akan kembali menguat pada tahun 2026.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa proyeksi tax ratio 2026 berada di kisaran 10,08% hingga 10,45% terhadap PDB.
Peningkatan ini merupakan bagian dari target pendapatan negara yang ditetapkan dalam rentang 11,71% hingga 12,22% dari PDB, sebagaimana tertuang dalam proyeksi Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026.
Baca Juga: Target Ekonomi 2026, Menkeu Sri Minta Investasi Rp7.500 Triliun Digencarkan
“Pendapatan negara terdiri dari penerimaan pajak, bea dan cukai, PNBP, serta hibah. Kita ingin seluruh komponen ini ditingkatkan agar APBN lebih sehat dan berdaya dorong kuat terhadap pembangunan,” kata Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Kamis (3/7/2025) malam.
Pemerintah berharap berbagai reformasi yang telah dilakukan, termasuk pembaruan teknologi sistem perpajakan melalui Coretax dan kebijakan penguatan basis pajak, akan mulai menunjukkan hasil signifikan pada 2026.
Menurut Sri Mulyani, peningkatan tax ratio tidak hanya penting dari sisi pendapatan, tetapi juga untuk memperkuat posisi fiskal dalam menghadapi risiko global dan mendanai program-program prioritas seperti makan bergizi gratis, pendidikan, dan infrastruktur.
Pemerintah juga akan memperkuat sinergi antar lembaga untuk meningkatkan kepatuhan dan memperluas cakupan wajib pajak, khususnya dari sektor digital dan informal yang selama ini sulit dijangkau sistem perpajakan konvensional.
Baca Juga: Menkeu Akui Ketidakpastian Global Kini Bersifat Permanen
“Peningkatan tax ratio adalah kerja kolektif. Kita butuh kolaborasi antarkementerian, pemda, dan masyarakat. Pajak adalah tulang punggung pembangunan,” tegas Menkeu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








