BCA dan BNP Paribas Asset Management Hadirkan Reksa Dana Syariah Indeks Offshore Pertama di BCA

AKURAT.CO PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama PT BNP Paribas Asset Management (PT BNP Paribas AM) meluncurkan produk Reksa Dana Syariah Indeks BNP Paribas DJIM Global Technology Titans 50 Syariah USD (BNP Paribas Titan), sebagai wujud komitmen BCA dalam menghadirkan pilihan produk investasi bagi masyarakat.
Reksa Dana ini merupakan Reksa Dana Syariah Indeks offshore dengan mata uang USD pertama yang ditawarkan oleh BCA. BNP Paribas Titan dikelola secara pasif mengikuti indeks yang menjadi tolok ukurnya sehingga pengelolaan portofolio menjadi lebih transparan bagi investor.
Reksa Dana ini memiliki kebijakan investasi pada Efek Syariah bersifat Ekuitas yang dimuat dalam Daftar Efek Syariah serta merupakan konstituen dari indeks DJIM Global Technology Titans 50, yang dipilih dari Indeks Dow Jones Islamic Market Global Technology, berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan.
Baca Juga: BCA Dukung Inovasi Mahasiswa untuk Majukan Desa Wisata di Indonesia
Beberapa perusahaan yang berada dalam indeks tersebut di antaranya Apple Inc, ASML, Microsoft Corp, Nvidia Corp, hingga Taiwan Semiconductor Manufacturing Co LTD .
Direktur BCA, Haryanto T. Budiman, mengaku bangga BCA bisa menghadirkan Reksa Dana Syariah Indeks BNP Paribas Titan. "Produk ini diharapkan dapat memberikan alternatif bagi nasabah dengan profil risiko agresif untuk melengkapi portofolio investasinya pada saham teknologi besar di dunia," ujarnya.
Inisiatif BCA meluncurkan BNP Paribas Titan berangkat dari semakin tingginya minat investasi masyarakat, tercermin dari pertumbuhan dana kelolaan wealth management BCA, yang tumbuh lebih dari 30% secara YoY per Maret 2025.
Tak hanya itu peningkatan jumlah investor juga terlihat dari data Bursa Efek Indonesia yang mencatat total jumlah investor pasar modal mencapai 15,7 juta per akhir Maret 2025, tumbuh 274.220 investor jika dibandingkan bulan sebelumnya.
“Reksa Dana Syariah Indeks BNP Paribas DJIM Global Technology Titans 50 Syariah USD memberikan peluang bagi investor untuk mendapatkan eksposur pada sektor teknologi global yang terus berkembang pesat, dengan tetap berlandaskan pada prinsip investasi syariah.
Secara umum, Reksa Dana ini berisikan 50 saham berbasis teknologi, yang mencakup software, computer services, technology hardware, & equipment sesuai klasifikasi indeks acuannya. "Sebagai manajer investasi, kami berkomitmen untuk menghadirkan produk investasi yang inovatif dan adaptif dalam menangkap peluang pasar,” tutur Maya Kamdani, Presiden Direktur PT BNP Paribas Asset Management.
Bagi nasabah BCA yang ingin melakukan transaksi pembelian unit penyertaan BNP Paribas Titan, dapat membelinya dengan minimum subscription mulai dari USD 10.000.
Untuk nasabah yang belum pernah bertransaksi pada Reksa Dana berdenominasi USD sebelumnya, pembelian pertama harus dilakukan di kantor Cabang BCA terdekat yang melayani investasi Reksa Dana. Untuk pembelian selanjutnya, nasabah dapat melakukan pembelian melalui aplikasi myBCA.
Dalam peluncuran produk BNP Paribas Titan, BCA turut memberikan promo menarik yaitu cashback Rp500 Ribu berlaku kelipatan hingga Rp2,5 Juta untuk transaksi pembelian Reksa Dana BNP Paribas Titan minimal USD30.000.
Untuk nasabah yang tertarik mendapatkan informasi lainnya mengenai produk investasi, dapat menghubungi Relationship Manager Anda, Halo BCA di 1500 888 dengan extention 4 untuk layanan investasi, atau mengunjungi cabang BCA yang melayani transaksi Reksa Dana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo








