AKURAT.CO LQ45, indeks sekumpulan saham unggulan RI ambruk 14.45 poin atau 1,78% ke 797,12 pada perdaganga akhir pekan, ditengah aksi demo.
Pelemahan LQ45 turut menyeret IHSG yang juga turun 121,59 poin (1,53%) ke 7.830,49 menyusul sentimen situasi keamanan dan politik dalam negeri yang kurang kondusif dan rentetan demo sejak awal pekan, memicu terjadinya tekanan jual.
saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) memimpin pelemahan saham LQ45 karena telah mengalami penurunan harga mencapai 6,47%. Disusul oleh melemahnya saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang ambles 4,65%.
Sedangkan saham–saham unggulan LQ45 selanjutnya, seperti saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berada pada zona merah dengan kehilangan 4,33%. Saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) juga melemah 4,27%.
Sama halnya dengan saham PT Ciputra Group Tbk (CTRA) yang melemah 4,25%. Untuk PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) sahamnya drop 4,08%.
Baca Juga: IHSG Ambruk 1,53 Persen Imbas Kerusuhan Demo
Kondisi ini berbanding terbalik dengan S&P 500, indeks sekumpulan saham unggulan di Wall Street. S&P 500 mencetak rekor all–time high pada penutupan perdagangan hari Kamis (28/8) waktu setempat dengan naik 0,32% ke level 6.502, menyusul revisi naik data pertumbuhan ekonomi AS 2Q25 pada hari yang sama.
Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal II-2025 sendiri direvisi naik oleh biro statistik AS ke level 3,3% secara annualized (versus kuartal I-2025 yang kontranski 0,5% annualized), lebih tinggi dibanding ekspektasi konsensus di level 3,1% dan estimasi awal di level 3%.
Secara mingguan, indeks S&P 500 telah menguat 2,07%, indeks dolar AS (DXY) relatif flat (turun 0,82%), sementara yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 12 bps ke level 4,2% per Kamis (28/8).
Pergerakan ini menyusul pernyataan Kepala The Fed, Jerome Powell, pada Jumat (22/8) pekan lalu yang memberikan sinyal bahwa bank sentral tersebut membuka peluang pemangkasan suku bunga AS pada pertemuan September 2025 seiring peningkatan risiko pasar tenaga kerja.
Menyusul revisi data pertumbuhan ekonomi AS, probabilitas pemangkasan suku bunga AS pada pertemuan September 2025 tetap stabil secara mingguan di level ~85% per Jumat (29/8), berdasarkan analisis dari CME FedWatch Tool.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









