Utang Luar Negeri Indonesia Turun ke USD424,4 Miliar di Kuartal III-2025
Hefriday | 17 November 2025, 15:59 WIB

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kembali mencatat penurunan pada kuartal III-2025. Posisi ULN nasional mencapai USD424,4 miliar, turun dari USD432,3 miliar pada triwulan sebelumnya.
Penurunan ini sekaligus menandai kontraksi tahunan sebesar 0,6%, berbalik dari pertumbuhan 6,4% pada kuartal II-2025.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, melemahnya posisi ULN dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan utang sektor publik dan berlanjutnya kontraksi dari sektor swasta.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari dinamika pasar keuangan global yang masih diliputi ketidakpastian.
Pada sisi pemerintah, ULN tercatat sebesar USD210,1 miliar atau tumbuh 2,9% secara tahunan. Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 10% yang terjadi pada kuartal sebelumnya. Ramdan menyebut, penurunan aliran modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) menjadi faktor utama perlambatan tersebut.
Dirinya menegaskan bahwa ULN pemerintah tetap dikelola secara hati-hati dan diarahkan untuk menopang program prioritas nasional.
Instrumen pembiayaan melalui ULN digunakan secara terukur agar efektif mendukung pembangunan sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi. Berdasarkan distribusinya, porsi ULN pemerintah banyak disalurkan untuk sektor kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 23,1%.
Kemudian administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial 20,7%, diikuti jasa pendidikan 17%, konstruksi 10,7%, serta transportasi dan pergudangan 8,2%. Adapun sektor jasa keuangan dan asuransi berkontribusi 7,5%.
BI mencatat hampir seluruh ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang, dengan pangsa mencapai 99,9%. Struktur tersebut dinilai memberikan ruang yang lebih aman dalam pengelolaan risiko pembiayaan di tengah fluktuasi ekonomi global.
Di sisi lain, ULN swasta juga mengalami penurunan menjadi USD191,3 miliar, dari sebelumnya USD193,9 miliar. Secara tahunan, ULN sektor swasta terkontraksi 1,9%, lebih dalam dibandingkan kontraksi 0,2% pada kuartal sebelumnya.
Kontraksi ULN swasta terutama terjadi pada lembaga keuangan yang turun 3% secara tahunan, serta perusahaan nonkeuangan yang juga mencatat kontraksi 1,7%.
Sektor-sektor dengan kontribusi terbesar antara lain industri pengolahan, keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan yang secara keseluruhan menyumbang sekitar 81% dari total ULN swasta.
Ramdan menambahkan bahwa struktur ULN Indonesia secara keseluruhan berada pada level yang sehat. Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) turun dari 30,4% pada kuartal II menjadi 29,5% pada kuartal III-2025. Selain itu, dominasi utang jangka panjang sebesar 86,1% menjadi penopang stabilitas yang penting.
BI bersama pemerintah berkomitmen memperkuat koordinasi dalam memantau dinamika ULN, terutama terkait potensi risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas makroekonomi.
Pemantauan ketat ini dilakukan agar pemanfaatan ULN tetap selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional.
“ULN akan terus dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Prinsip kehati-hatian tetap menjadi prioritas untuk menjaga stabilitas perekonomian,” ujar Ramdan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








