PPN Berbalik Positif di November, Kemenkeu Optimistis Hingga Akhir Tahun

AKURAT.CO Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melihat adanya sinyal perbaikan pada aktivitas ekonomi domestik seiring membaiknya kinerja penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) pada November 2025.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyampaikan, pada Oktober 2025 masih terdapat dua jenis pajak yang mencatatkan pertumbuhan negatif, yakni pajak penghasilan (PPh) orang pribadi dan PPh Pasal 21 serta PPN dan PPnBM. Namun, tren tersebut mulai berubah pada November.
“PPN dan PPnBM di akhir November sudah tumbuh positif, meski masih kecil tumbuhnya. Kami berharap di bulan Desember ini PPN dan PPnBM akan tumbuh lebih kuat lagi,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Desember 2025 di Jakarta, Kamis.
Baca Juga: DJP Tunjuk Roblox Jadi Pemungut PPN PPMSE, Pajak Digital Tembus Rp43,7 Triliun
Secara bruto, realisasi PPN dan PPnBM hingga November 2025 tercatat tumbuh 0,1% dengan nilai mencapai Rp907,93 triliun. Perbaikan ini dipandang sebagai indikasi mulai pulihnya konsumsi masyarakat, terutama menjelang periode akhir tahun yang biasanya diwarnai peningkatan belanja.
Kinerja penerimaan pajak bruto secara keseluruhan juga menunjukkan perbaikan. Hingga November 2025, penerimaan pajak bruto tercatat sebesar Rp1.985,48 triliun. Selain PPN dan PPnBM, beberapa jenis pajak lain juga mencatatkan pertumbuhan positif.
PPh badan tumbuh 4,7% dengan realisasi Rp359,78 triliun. Sementara itu, PPh final, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 26 tumbuh 1,7% dengan realisasi Rp310,40 triliun. Pajak lainnya bahkan tumbuh signifikan sebesar 22% dengan realisasi Rp188,43 triliun.
Meski demikian, Kemenkeu mencatat PPh orang pribadi dan PPh Pasal 21 masih mengalami kontraksi sebesar 7,6% dengan realisasi Rp218,94 triliun. Kondisi ini mencerminkan tekanan yang masih dirasakan pada sisi pendapatan masyarakat.
Pemerintah berharap momentum perbaikan pada PPN dan PPnBM dapat berlanjut pada Desember, seiring penguatan konsumsi dan aktivitas ekonomi menjelang penutupan tahun anggaran 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









