Airlangga Dorong Danantara Perjelas Arah Fiskal RI ke Moody’s

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) untuk memberikan penjelasan kepada lembaga pemeringkat Moody’s terkait kepastian arah kebijakan fiskal Indonesia.
Permintaan tersebut disampaikan Airlangga merespons perhatian Moody’s terhadap pentingnya prediktabilitas kebijakan, komunikasi publik, serta koordinasi antarkementerian dan lembaga di tengah perubahan tata kelola pengelolaan perekonomian nasional.
“Sekarang semuanya masuk di Danantara, dan Danantara juga memerankan fungsi investasi. Ini yang perlu penjelasan,” ujar Airlangga saat ditemui di sela Opening Ceremony ABAC Meeting I 2026 di Jakarta, Sabtu.
Baca Juga: Danantara Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Senilai USD7 Miliar
Menurut Airlangga, sejak pembentukan Danantara, terdapat perubahan dalam mekanisme pengelolaan dividen. Dividen yang sebelumnya masuk ke kas negara sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kini dikelola oleh Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF).
Kondisi tersebut, kata Airlangga, memerlukan penjelasan yang komprehensif kepada Moody’s agar tidak menimbulkan persepsi ketidakpastian arah kebijakan fiskal Indonesia.
“Moody’s membutuhkan penjelasan soal arah kebijakan fiskal sejak kehadiran Danantara,” ujarnya.
Meski demikian, Airlangga menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga disiplin fiskal, termasuk mempertahankan defisit anggaran maksimal sebesar tiga persen serta rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) di bawah 40%.
“Secara makro kami jaga,” kata Airlangga.
Baca Juga: Danantara Bakal Dampingi BEI Temui MSCI
Sebelumnya, Moody’s mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2, satu tingkat di atas batas investment grade, dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








