BI Dorong Pertanian Berkelanjutan Lewat Pedoman CSA-Biochar

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, dan Universitas Diponegoro meluncurkan Buku Pedoman Implementasi Model Bisnis Pertanian Berkelanjutan Berbasis Teknologi Climate Smart Agriculture (CSA)-Biochar.
Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah tekanan perubahan iklim.
Peluncuran buku pedoman tersebut dilakukan secara resmi oleh Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia, Kurniawan Agung, di Semarang.
Buku ini diharapkan menjadi rujukan praktis bagi pemerintah daerah, kelompok tani, hingga pelaku usaha pertanian dalam mengadopsi teknologi pertanian berkelanjutan.
Baca Juga: Jejak Karier dan Profil Thomas Djiwandono, Mantan Wamenkeu Resmi Jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia
“Buku pedoman ini kami susun agar dapat langsung diaplikasikan oleh para pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan pertanian berkelanjutan berbasis teknologi CSA–Biochar,” ujar Kurniawan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Dirinya menjelaskan, biochar merupakan material padat kaya karbon yang dihasilkan dari proses pirolisis limbah biomassa. Pemanfaatannya dinilai mampu memperbaiki kualitas tanah sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan input pertanian.
“Teknologi ini mampu meningkatkan kesuburan tanah, efisiensi penggunaan pupuk dan air, menurunkan emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan produktivitas tanaman padi,” kata Kurniawan.
Kolaborasi pengembangan model bisnis pertanian berbasis CSA–Biochar telah dimulai sejak 2025 melalui proyek percontohan di Grobogan, Jawa Tengah. Hasil implementasi menunjukkan produktivitas tanaman padi meningkat sebesar 6,3%, disertai perbaikan kualitas tanah dan efisiensi input pertanian.
Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, Andi Riena Sari, menegaskan ketahanan pangan memiliki korelasi langsung dengan stabilitas ekonomi daerah, terutama dalam pengendalian inflasi.
“Harga pangan yang bergejolak sangat mempengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat. Karena itu, penguatan sektor pertanian menjadi krusial,” ujarnya.
Baca Juga: Banyak Insentif Fiskal, BI Taksir Ekonomi Jatim Tembus 5,7 Persen di 2026
Menurut Andi, peluncuran buku pedoman ini merupakan bagian dari penguatan sinergi lintas sektor antara otoritas moneter, pemerintah, dan akademisi dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta pengurangan emisi di sektor pertanian.
“Sinergi lintas sektor dinilai krusial agar teknologi biochar dan inovasi hijau lainnya benar-benar diterapkan di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Tanaman Pangan Kemenko Pangan, Kus Prisetiahadi, menilai peluncuran pedoman CSA–Biochar sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan pertanian.
“Berbagai inovasi teknologi hijau seperti biosalin, biosilus, hingga biochar menjadi kunci untuk memperluas kembali potensi lahan produktif,” ujar Kus.
Dirinya berharap inisiatif yang dimulai dari Jawa Tengah ini dapat direplikasi secara nasional dan memberikan dampak nyata terhadap ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan petani Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









