Peran BI Jadi Kunci, Pilarmas Ramal Rupiah Stabil di 2026

AKURAT.CO Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan berada di kisaran Rp16.500 hingga Rp17.030 sepanjang 2026.
Proyeksi tersebut mencerminkan pandangan bahwa pergerakan rupiah masih akan berlangsung fluktuatif, namun cenderung stabil dalam jangka menengah.
Dalam riset terbarunya, Pilarmas menilai stabilitas rupiah ke depan tidak lepas dari peran aktif Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter.
Dukungan kebijakan bank sentral dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga kepercayaan pasar di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya mereda.
Baca Juga: JP Morgan Sekuritas Indonesia Pindah Kantor ke Sequis Tower
“Pergerakan rupiah memang masih fluktuatif, namun kami memprediksi akan bergerak lebih stabil ke depan. Hal ini tidak terlepas dari dukungan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar,” tulis Pilarmas mengutip dari hasil risetnya, Minggu (28/12/2025).
Pilarmas mencatat, BI terus memperkuat respons kebijakan stabilisasi melalui berbagai instrumen. Salah satunya adalah intervensi terukur di pasar non-deliverable forward (NDF) offshore untuk meredam tekanan eksternal terhadap rupiah.
Selain itu, BI juga menjalankan strategi triple intervention yang mencakup transaksi di pasar spot, domestic non-deliverable forward (DNDF), serta pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder. Langkah ini dinilai efektif dalam menjaga likuiditas sekaligus menahan volatilitas nilai tukar.
Optimalisasi instrumen moneter juga terus dilakukan. BI memperkuat strategi operasi moneter yang pro-market guna memastikan transmisi kebijakan berjalan optimal dan mendukung stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.
Dengan pendekatan kebijakan tersebut, Pilarmas memperkirakan peluang rupiah berada di kisaran Rp16.500–Rp17.030 pada 2026 mencapai 66%. Rentang ini mencerminkan keseimbangan antara tekanan global dan kekuatan fundamental domestik.
Baca Juga: Jasindo dan Bahana Sekuritas Jalin Kerja Sama Product Bundling
Dari sisi fundamental, Pilarmas menilai kondisi ekonomi Indonesia relatif solid. Cadangan devisa yang kuat, inflasi yang tetap terkendali, serta prospek pertumbuhan ekonomi yang stabil menjadi faktor pendukung bagi penguatan rupiah dalam jangka menengah.
Meski demikian, sejumlah risiko eksternal masih perlu dicermati. Pilarmas menyoroti potensi dampak kebijakan tarif Amerika Serikat, ketegangan geopolitik global, serta arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve, yang dapat memicu volatilitas di pasar keuangan global.
Dari dalam negeri, tantangan juga tidak kalah penting. Sentimen defisit transaksi berjalan yang berpotensi persisten, risiko defisit neraca perdagangan, perlambatan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), hingga volatilitas arus modal asing menjadi faktor yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah.
Pilarmas menekankan, koordinasi kebijakan yang kuat antara otoritas moneter dan pemerintah menjadi kunci untuk menjaga stabilitas makroekonomi.
Dengan langkah kebijakan yang konsisten dan responsif, rupiah diharapkan tetap berada dalam jalur yang stabil meskipun menghadapi tekanan dari berbagai arah pada 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







