Akurat Logo

IHSG Berpeluang Uji 7.156, Waspada Profit Taking Jelang Libur

Esha Tri Wahyuni | 30 April 2026, 07:30 WIB
IHSG Berpeluang Uji 7.156, Waspada Profit Taking Jelang Libur
ilustrasi IHSG

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji level 7.156 pada perdagangan Kamis (30/4/2026), setelah ditutup naik 0,41% ke posisi 7.101,2 pada Rabu (29/4/2026).

Penguatan ini terjadi di tengah indikasi technical rebound setelah IHSG sempat berada di area jenuh jual (oversold), serta mampu bertahan di atas level psikologis 7.000.

Phintraco Sekuritas menyebutkan, sektor industri mencatatkan kenaikan terbesar sebesar 2,41%, sementara sektor barang baku mengalami pelemahan terdalam sebesar 1,08%.

Baca Juga: Dipimpin Saham Tambang, IHSG Sesi I Menguat 0,65 Persen

“Diperkirakan IHSG berpeluang menguji level MA5 di sekitar 7.156, namun perlu diwaspadai potensi profit taking menjelang long weekend,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (29/4/2026).

Secara teknikal, indikator MACD masih menunjukkan pelebaran histogram negatif, yang menandakan tren penguatan belum sepenuhnya solid. Sementara itu, Stochastic RSI berada di area oversold, namun belum mengonfirmasi sinyal pembalikan arah (reversal).

Pergerakan IHSG tidak lepas dari dinamika global. Bursa saham Asia pada Rabu (29/4/2026) bergerak variatif (mixed), mencerminkan kehati-hatian investor terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah serta kebijakan produksi minyak oleh OPEC.

Dari Amerika Serikat, pasar menantikan rilis data inflasi berbasis Personal Consumption Expenditures (PCE) Maret 2026 yang diperkirakan naik menjadi 3,3% secara tahunan, dari 2,8% pada Februari 2026.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi AS kuartal I-2026 diproyeksikan sebesar 1,5% secara kuartalan (QoQ), meningkat dari 0,5% pada kuartal sebelumnya.

Dari China, investor menunggu data aktivitas manufaktur dan non-manufaktur April 2026 sebagai indikator kekuatan pemulihan ekonomi.

Baca Juga: IHSG dan Obligasi Kompak Memerah Imbas Lonjakan Harga Minyak Global

Sementara dari kawasan Eropa, sejumlah data penting akan dirilis, mulai dari Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2026, inflasi, tingkat pengangguran, hingga hasil rapat Bank Sentral Eropa (ECB).

Konsensus pasar memperkirakan ECB akan menahan suku bunga acuan di level 2,15%. Hal serupa juga diperkirakan terjadi pada Bank of England (BoE) yang berpotensi mempertahankan suku bunga di level 3,75%.

Secara historis, IHSG dalam beberapa pekan terakhir bergerak dalam fase konsolidasi setelah mengalami tekanan akibat ketidakpastian global, termasuk konflik geopolitik dan arah kebijakan moneter bank sentral utama dunia.

Level 7.000 menjadi area support psikologis penting yang sejauh ini masih mampu dipertahankan, menunjukkan adanya minat beli ketika pasar melemah.

Namun, belum solidnya indikator teknikal menandakan reli saat ini masih rentan terhadap koreksi jangka pendek.

Potensi uji resistance di level 7.156 membuka peluang jangka pendek, namun risiko aksi ambil untung menjelang libur panjang perlu diantisipasi.

Volatilitas diperkirakan meningkat seiring padatnya agenda data ekonomi global yang berpotensi memengaruhi arus modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk trading harian, yakni UNVR, CDIA, IMPC, AADI, dan ITMG.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.