Kinerja Kuartal I-2026 BRI Diperkuat Kontribusi Anak Usaha

AKURAT.CO PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat pergeseran signifikan dalam struktur sumber laba pada kuartaI-2026.
Kontribusi perusahaan anak mencapai 24,89% terhadap total laba grup, menandai penguatan strategi diversifikasi bisnis dan holding ultra mikro sebagai mesin pertumbuhan baru.
Wakil Direktur Utama BRI, Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari, menyebut kinerja entitas ultramikro yakni Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM), menunjukkan akselerasi yang konsisten, baik dari sisi pembiayaan maupun profitabilitas.
Baca Juga: BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.211 Triliun di Kuartal I-2026, NPL Terjaga
“Seperti yang teman-teman lihat, kita lihat pinjaman di kedua entitas, baik Pegadaian maupun PNM mengalami pertumbuhan yang impresif dengan kualitas aset yang masih terjaga sampai dengan saat ini. Tidak hanya jumlah pinjaman, tetapi jumlah nasabah pun juga mengalami pertumbuhan secara impresif,” ujar Viviana.
Dari sisi laba, Pegadaian mencatat lonjakan signifikan sebesar 244%, dari Rp2,4 triliun menjadi Rp8,4 triliun. Sementara itu, PNM membukukan pertumbuhan laba bersih 35%, dari Rp845 miliar menjadi Rp1,1 triliun.
Viviana menegaskan bahwa kinerja tersebut mencerminkan keberhasilan integrasi dalam holding ultramikro yang dibangun BRI sejak 2021.
“Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa holding ultramikro telah berhasil menciptakan sinergi yang mendorong pertumbuhan skala, memperluas jangkauan layanan, serta memperkuat fondasi keuangan baik di Pegadaian maupun PNM,” jelasnya.
Penyaluran Kredit Kencang
Di sisi intermediasi, BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp47,09 triliun kepada 947 ribu debitur sepanjang Januari–Maret 2026. Sektor pertanian menjadi penyerap terbesar dengan nilai Rp19,8 triliun atau sekitar 42% dari total penyaluran.
Selain itu, BRI juga menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi sebesar Rp17,13 triliun kepada lebih dari 125 ribu debitur hingga akhir Maret 2026.
Peran BRI juga terlihat dalam distribusi berbagai program pemerintah, termasuk bantuan sosial non-tunai seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, serta BLT.
Transformasi BRI dalam beberapa tahun terakhir berfokus pada penguatan ekosistem ultra mikro dan diversifikasi sumber pendapatan. Holding ultra mikro resmi terbentuk pada 2021 melalui integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, dengan target memperluas inklusi keuangan di segmen terbawah.
Selain itu, BRI juga mengembangkan portofolio anak usaha di berbagai sektor keuangan, termasuk remitansi dan jasa keuangan lainnya. Saat ini, BRI memiliki 10 perusahaan anak yang berkontribusi pada kinerja konsolidasi.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi “BRIvolution Reignite” yang menargetkan sumber pertumbuhan baru (new source of growth) di tengah tekanan margin perbankan dan perlambatan ekonomi global.
Penguatan segmen ultra mikro berdampak langsung terhadap perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil. Dengan pertumbuhan jumlah nasabah dan penyaluran kredit, sektor ini menjadi penopang daya beli masyarakat bawah.
Dengan meningkatnya kontribusi anak usaha terhadap laba, menunjukkan diversifikasi risiko yang lebih baik bagi BRI. Ketergantungan terhadap kredit korporasi atau segmen menengah dapat ditekan melalui ekspansi ultra mikro.
Selain itu, dominasi sektor pertanian dalam penyaluran KUR mengindikasikan fokus pemerintah dan perbankan dalam menjaga ketahanan pangan di tengah ketidakpastian global.
Tidak hanya itu saja, BRI juga melaporkan portofolio pembiayaan berwawasan sosial mencapai Rp718,8 triliun atau sekitar 53% dari total kredit hingga kuartal I-2025. Sementara itu, pembiayaan berwawasan lingkungan mencapai Rp96,6 triliun.
Viviana menekankan bahwa pendekatan ini telah menjadi bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar kepatuhan regulasi.
“Secara keseluruhan pendekatan ini menegaskan bahwa keberlanjutan BRI tidak lagi sekedar memenuhi aspek kepatuhan terhadap regulasi melainkan telah terintegrasi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









