Akurat Logo

OSL Indonesia Resmi Masuk Ekosistem ICEx Group, Perkuat Pasar Aset Digital Nasional

Saeful Anwar | 11 Mei 2026, 16:59 WIB
OSL Indonesia Resmi Masuk Ekosistem ICEx Group, Perkuat Pasar Aset Digital Nasional
PT Multikripto Exchange Indonesia atau OSL Indonesia resmi bergabung ke dalam ekosistem ICEx Group efektif mulai 7 Mei 2026.

AKURAT.CO Industri aset keuangan digital Indonesia kembali mencatat perkembangan baru. PT Multikripto Exchange Indonesia atau OSL Indonesia resmi bergabung ke dalam ekosistem ICEx Group efektif mulai 7 Mei 2026.

Langkah tersebut diumumkan langsung oleh ICEx Group sebagai bagian dari penguatan infrastruktur perdagangan aset digital yang terintegrasi dan berada di bawah pengawasan regulator.

Sebelum bergabung dengan ICEx Group, OSL Indonesia diketahui masih tercatat sebagai anggota CFX.

Masuknya OSL Indonesia sekaligus menjadi tonggak penting karena perusahaan tersebut menjadi Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) pertama yang resmi bertransisi ke ekosistem ICEx Group.

Proses perpindahan disebut berlangsung melalui koordinasi bersama CFX untuk memastikan seluruh layanan kepada investor tetap berjalan normal tanpa mengganggu aktivitas perdagangan.

Sebagai informasi, ICEx Group merupakan organisasi self-regulatory organization (SRO) pasar aset keuangan digital yang telah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Ekosistem ini dibangun guna menciptakan sistem perdagangan aset digital yang lebih aman, transparan, dan sesuai regulasi.

OSL Indonesia juga tercatat sebagai satu dari sebelas PAKD pendiri sekaligus pemegang saham ICEx Group.

Baca Juga: Megawati Hangestri Resmi Gabung Tim Raksasa Korea Selatan Hyundai Hillstate

Bergabungnya perusahaan tersebut dinilai menjadi awal dari proses onboarding bertahap seluruh anggota pendiri ke dalam sistem ICEx.

CEO ICEx Group, Kai Hamza, menyampaikan apresiasi atas selesainya proses transisi tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarpelaku industri untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan pasar aset digital nasional.

“Kami menyambut baik OSL Indonesia dan mengapresiasi kolaborasi CFX dalam memastikan proses transisi berjalan tertib. Fokus kami tetap pada pembangunan infrastruktur pasar yang menjunjung integritas, transparansi, dan ketahanan jangka panjang,” ujar Kai Hamza, Senin (11/5/2026).

Sementara itu, Head of Marketing OSL Indonesia, Vincent Salaka, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat posisi bisnis di Indonesia.

Menurutnya, OSL Indonesia ingin mengambil peran lebih besar dalam membangun ekosistem aset digital yang inklusif serta memiliki kepastian regulasi yang kuat.

“Transisi ini mencerminkan fokus kami untuk bertumbuh dalam ekosistem yang mendukung kejelasan regulasi dan kesiapan jangka panjang,” katanya.

Dukungan juga datang dari CEO OSL Group, Kevin Cui.

Ia menilai Indonesia merupakan pasar strategis bagi ekspansi industri aset digital karena jumlah investor kripto terus meningkat dan regulasi semakin matang di bawah pengawasan OJK.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per April 2026, jumlah investor aset kripto di Indonesia telah mencapai 21,37 juta pengguna hingga Maret 2026.

Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan sekitar 4 juta investor pada 2020 dan kini bahkan melampaui jumlah investor pasar modal nasional.

Nilai transaksi spot aset kripto bulanan juga tercatat mencapai Rp22,24 triliun pada Maret 2026. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap perdagangan aset digital di Indonesia.

Baca Juga: Anak Bupati Sitaro Minta Keadilan ke Komisi III DPR RI

Dalam operasionalnya, ICEx Group terdiri dari tiga entitas utama, yakni Indonesia Crypto Exchange sebagai bursa aset digital, Crypto Asset Clearing International sebagai lembaga kliring, dan International Crypto Custodian sebagai pengelola penyimpanan aset digital.

Melalui struktur terintegrasi tersebut, ICEx Group menargetkan terciptanya pasar aset digital yang lebih efisien, transparan, serta memiliki perlindungan investor yang lebih kuat.

Ke depan, proses transisi sebelas PAKD pendiri disebut akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan operasional masing-masing perusahaan.

Sejumlah platform besar seperti Ajaib, Indodax, Tokocrypto, Reku, Upbit Indonesia, hingga Triv disebut akan mengikuti proses serupa pada tahap berikutnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.