Investasi Emas Jadi Pilihan, Edukasi Digital Kian Dibutuhkan

AKURAT.CO Kesadaran masyarakat untuk berinvestasi terus meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Salah satu instrumen yang kembali menjadi perhatian adalah emas, yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) saat gejolak ekonomi terjadi.
Meski demikian, tidak sedikit masyarakat yang masih menganggap investasi emas sebagai sesuatu yang rumit. Minimnya pemahaman mengenai produk logam mulia, mekanisme jual-beli, hingga risiko penipuan kerap menjadi hambatan bagi calon investor pemula.
Baca Juga: Diplomasi Prabowo ke Prancis Investasi Jangka Panjang untuk Pendidikan dan Teknologi
Di tengah kondisi tersebut, muncul sejumlah kreator digital yang berupaya menjembatani kebutuhan informasi masyarakat. Salah satunya adalah Ahmad Rifai Sarji, content creator yang fokus mengulas dan mengedukasi publik mengenai investasi logam mulia melalui berbagai platform media sosial.
Melalui akun bernama @ahmadrifaisarji di TikTok, Instagram, dan YouTube, ia secara rutin membagikan informasi seputar investasi emas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Konten yang disajikan tidak hanya membahas harga emas terkini, tetapi juga berbagai aspek penting yang sering luput dari perhatian masyarakat. Mulai dari ulasan produk logam mulia, cara menghitung keuntungan investasi, hingga tips menghindari modus penipuan berkedok investasi emas.
Menurut Ahmad Rifai Sarji, masih banyak masyarakat yang membeli emas hanya karena mengikuti tren tanpa memahami karakteristik instrumen investasi tersebut.
"Banyak orang membeli emas karena ikut-ikutan tanpa memahami faktor seperti harga buyback, spread, maupun aspek perpajakan. Padahal pemahaman dasar ini penting agar masyarakat bisa mengambil keputusan investasi yang tepat," ujarnya.
Ia menilai edukasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya dalam memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing.
Di tengah maraknya konten keuangan di media sosial, Ahmad Rifai Sarji berupaya menghadirkan informasi yang lebih mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
Melalui format video singkat di TikTok, infografis di Instagram, hingga pembahasan yang lebih mendalam di YouTube, ia mengemas topik investasi emas agar lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kontennya juga kerap menyoroti pentingnya memahami risiko investasi dan tidak mudah tergiur oleh tawaran keuntungan instan.
Menurutnya, emas merupakan instrumen investasi jangka panjang yang berfungsi sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi, bukan sarana untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Baca Juga: RI-China Jajaki Investasi Smart Technology dan AI
"Emas bukan instrumen untuk cepat kaya. Fungsinya lebih kepada menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Karena itu, pemahaman mengenai tujuan investasi menjadi sangat penting," katanya.
Fenomena meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas dinilai perlu diimbangi dengan edukasi yang memadai.
Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat mengelola keuangan secara lebih bijak dan menghindari risiko kerugian akibat informasi yang keliru.
Ahmad Rifai Sarji mengaku salah satu motivasinya membuat konten adalah membantu masyarakat memahami investasi secara lebih sederhana dan praktis.
Ia mengaku kerap menerima cerita dari para pengikutnya yang mulai menyisihkan dana untuk kebutuhan jangka panjang melalui investasi emas setelah mendapatkan informasi dari kontennya.
Baginya, hal tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus bukti bahwa edukasi keuangan memiliki dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Seiring berkembangnya teknologi digital, media sosial kini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang belajar yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi keuangan.
Melalui konten yang konsisten dan mudah dipahami, Ahmad Rifai Sarji menjadi salah satu kreator yang ikut mendorong masyarakat agar lebih mengenal investasi emas dan memahami pentingnya perencanaan keuangan untuk masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









