Akurat Logo

IHSG Diproyeksi Sideways, Pasar Tunggu Hasil Review MSCI

Esha Tri Wahyuni | 22 Juni 2026, 07:30 WIB
IHSG Diproyeksi Sideways, Pasar Tunggu Hasil Review MSCI
ilustrasi IHSG

AKURAT.CO Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih terbatas pada perdagangan pekan depan, Senin (22/6/2026), seiring meningkatnya sikap wait and see investor menjelang pengumuman Annual Market Classification Review oleh MSCI yang dijadwalkan pada 24 Juni 2026.

Pada penutupan perdagangan Jumat (19/6/2026), IHSG menguat tipis 0,08% ke level 6.177,1. Penguatan tersebut terjadi di tengah fase konsolidasi pasar yang belum menunjukkan arah pergerakan yang kuat, baik dari sentimen domestik maupun global.

Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada hasil evaluasi tahunan MSCI setelah lembaga penyedia indeks global tersebut merilis MSCI 2026 Global Market Accessibility Review.

Baca Juga: IHSG Terkoreksi di Sesi I Usai Laporan Terbaru MSCI

Dalam laporan itu, Indonesia masih mempertahankan status sebagai Emerging Market, sebuah kategori yang menjadi acuan penting bagi banyak investor institusi global dalam menentukan alokasi investasi.

Meski demikian, MSCI masih menyoroti sejumlah hambatan struktural di pasar modal Indonesia.

Beberapa catatan yang mendapat penilaian negatif antara lain terkait transparansi kepemilikan saham, praktik perdagangan terkoordinasi yang dinilai dapat mengganggu pembentukan harga pasar yang wajar, serta keterbatasan ketersediaan informasi berbahasa Inggris bagi investor asing.

Isu tersebut menjadi perhatian pasar karena status dan penilaian MSCI berpengaruh terhadap persepsi investor global terhadap aksesibilitas dan kualitas tata kelola pasar modal suatu negara.

Indonesia sendiri telah berstatus Emerging Market MSCI sejak 2014 dan selama beberapa tahun terakhir terus berupaya meningkatkan daya saing pasar modal untuk menarik lebih banyak aliran dana asing.

Di sisi lain, tekanan eksternal juga masih membayangi pasar keuangan domestik. Nilai tukar rupiah pada Jumat (19/6/2026) tercatat melemah 0,06% ke level Rp17.804 per USD.

Pelemahan terjadi sejalan dengan tren penurunan mayoritas mata uang Asia setelah dolar AS kembali menguat menyusul indikasi bahwa bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, masih membuka peluang kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan bergerak dalam pola sideways dengan rentang pergerakan 6.100 hingga 6.250 pada perdagangan awal pekan. Rentang tersebut mencerminkan belum adanya katalis kuat yang mampu mendorong pasar keluar dari fase konsolidasi.

Baca Juga: Lima Agenda Besar Pasar Keuangan Menunggu, IHSG Berpotensi Sideways

Bagi investor, hasil evaluasi MSCI pada pekan depan berpotensi menjadi salah satu sentimen utama yang menentukan arah aliran modal asing ke pasar saham Indonesia dalam jangka pendek.

Jika terdapat perbaikan penilaian terhadap aksesibilitas pasar, peluang masuknya dana asing dapat meningkat. Sebaliknya, keberlanjutan catatan negatif berisiko mempertahankan sikap hati-hati investor global.

Sambil menunggu hasil evaluasi tersebut, sejumlah sekuritas masih merekomendasikan strategi trading jangka pendek. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham KAQI, MBMA, HMSP, MPIX, dan ARKO untuk dicermati pada perdagangan Senin (22/6/2026).

Dengan kombinasi sentimen eksternal dari arah kebijakan The Fed dan sentimen domestik dari hasil review MSCI, pasar saham Indonesia diperkirakan akan memasuki pekan krusial yang dapat menjadi penentu arah pergerakan IHSG menjelang akhir Juni 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.