Akurat Logo

IHSG Sesi I Ambruk 0,6 Persen ke 6.411,196

Esha Tri Wahyuni | 19 Agustus 2026, 12:40 WIB
IHSG Sesi I Ambruk 0,6 Persen ke 6.411,196
IHSG memerah di sesi I

AKURAT.CO IHSG pada perdagangan sesi I Rabu (19/8/2026) ditutup melemah 38,634 poin (0,60% ) ke 6.411,196.

Pelemahan ini turut dipicu memerahnya sejumlah indeks utama pembentuk IHSG, termsuk Indeks LQ45 yang turun 1,859 poin (0,29%) ke 629,171.

Sebelumnya IHSG dibuka turun 40,043 poin atau 0,62% ke level 6.409,786. Sebelumnya pada sesi pre-opening, IHSG tercatat melemah 41,653 poin atau 0,65% ke 6.408,177.

Baca Juga: IHSG Rebound Satu Persen Usai Libur Kemerdekaan

Tekanan juga terlihat di pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada awal perdagangan.

Mengutip data Bloomberg, rupiah pada pukul 09.00 WIB berada di level Rp17.862 per USD. Posisi tersebut menunjukkan rupiah melemah 64 poin atau 0,36% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Dengan demikian, tekanan pada pasar domestik terjadi secara bersamaan di dua instrumen utama, yakni pasar saham dan nilai tukar.

Pergerakan IHSG pagi ini sejalan dengan mayoritas bursa saham Asia yang berada di zona merah. Pelemahan paling dalam terlihat pada indeks Nikkei 225 Jepang.

Nikkei 225 tercatat turun 1.609,601 poin atau 2,39% ke level 65.851,101. Penurunan juga terjadi pada indeks saham China, Hong Kong, dan Singapura.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 111,259 poin atau 0,44% ke level 25.359,890. Sementara itu, SSE Composite China melemah 46,250 poin atau 1,16% ke level 3.944,050. Di Singapura, Straits Times Index turun 43,449 poin atau 0,76% ke level 5.657,950.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan pada pasar saham tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah indeks utama kawasan Asia juga bergerak negatif pada awal perdagangan hari ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.