Akurat Logo

Investor Kripto RI Makin Matang, Literasi dan Manajemen Risiko Jadi Sorotan

Saeful Anwar | 10 September 2026, 09:47 WIB
Investor Kripto RI Makin Matang, Literasi dan Manajemen Risiko Jadi Sorotan
Ilustrasi kripto.

AKURAT.CO Perkembangan pasar aset kripto di Indonesia mulai menunjukkan perubahan perilaku investor.

Di tengah volatilitas pasar global, investor dinilai semakin mempertimbangkan faktor risiko, diversifikasi, hingga strategi investasi jangka panjang, tidak sekadar mengejar pergerakan harga.

Presiden Direktur OSL Indonesia, Ivan Arilito, mengatakan, perubahan tersebut menjadi salah satu indikator semakin matangnya ekosistem aset digital di Indonesia.

Menurut Ivan, pertumbuhan infrastruktur aset digital serta meningkatnya keterlibatan investor institusional turut mendorong terbentuknya ekosistem kripto yang semakin terstruktur.

Indonesia, lanjut dia, juga memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan industri aset digital.

Faktor tersebut antara lain ditopang jumlah penduduk yang besar, tingginya adopsi aset kripto, serta perkembangan regulasi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Data OJK melalui Statistik Penyelenggara Perdagangan Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto menunjukkan jumlah investor kripto di Indonesia telah mencapai 22,93 juta hingga Juli 2026.

Pertumbuhan jumlah investor tersebut membuat kebutuhan terhadap edukasi dan literasi aset digital semakin penting.

Investor perlu memahami karakteristik instrumen yang diperdagangkan sekaligus mengetahui risiko yang melekat sebelum mengambil keputusan.

OSL Indonesia menyatakan pengembangan layanan perusahaan diarahkan tidak hanya untuk mendukung aktivitas perdagangan aset kripto, tetapi juga memberikan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan investor di Indonesia.

“Berdasarkan hal tersebut, inilah yang menjadi pondasi kami untuk menghadirkan lebih dari sekadar platform trading tetapi juga wadah bagi masyarakat Indonesia bertumbuh bersama. Sesuai dengan slogan yang kami miliki yakni ‘Built on Your Feedback, Empowered by Global Compliance’,” ungkap Ivan, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: BPOM Ungkap Biang Keracunan MBG: Makanan Dibuat Tengah Malam, Dibagikan Siang

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.