Menkeu Suahasil Gantikan Purbaya, Ini Risiko yang Dibaca Pasar

AKURAT.CO Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara membawa perhatian baru bagi pasar keuangan. Bukan hanya soal siapa yang menempati kursi bendahara negara, tetapi juga mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah setelah pergantian tersebut.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai perubahan mendadak di posisi Menteri Keuangan berpotensi meningkatkan ketidakpastian di mata investor, terutama investor asing.
Menurut Ibrahim, pasar akan mencermati apakah pergantian tersebut membawa perubahan terhadap kebijakan anggaran yang selama ini disusun pemerintah.
Baca Juga: Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil: Bukan Perubahan Melainkan Kelanjutan!
“Faktor pemicu yang paling utama itu adalah ketidakpastian fiskal. Karena kita lihat bahwa pergantian menteri keuangan secara mendadak memicu kekhawatiran pelaku pasar dari investor asing mengenai kesinambungan kebijakan anggaran pemerintah ke depan,” kata Ibrahim melalui pesan suara yang diterima di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Kekhawatiran tersebut, lanjut Ibrahim, muncul ketika pemerintah sedang menghadapi sejumlah tekanan fiskal dan eksternal.
Salah satunya adalah perubahan asumsi dalam pengelolaan anggaran. Ibrahim menyinggung perubahan asumsi defisit anggaran dan harga minyak yang menurutnya menjadi bagian yang akan diperhatikan pasar.
Di sisi lain, tekanan eksternal juga meningkat. Harga minyak dunia telah menembus USD100 per barel pada awal September 2026. Kemudian pada 9 September, harga Brent tercatat USD101,84 per barel dan WTI USD96,06 per barel. Padahal asumsi harga minyak mentah Indonesia atau ICP dalam APBN 2026 berada di USD70 per barel.
Baca Juga: Suahasil Nazara Pegang APBN, Defisit Tak Boleh Lewat 3 Persen
Purbaya sebelumnya menyatakan pemerintah masih memiliki bantalan fiskal untuk menghadapi kenaikan harga minyak dan tetap menjaga defisit APBN di bawah 3% terhadap PDB.
Pada saat yang sama, ia mengatakan pemerintah akan mengambil langkah untuk memastikan kesinambungan anggaran jika tekanan harga minyak berlanjut hingga 2027.
Kondisi itu membuat kesinambungan kebijakan fiskal menjadi perhatian pasar setelah pergantian menteri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









