Akurat Logo

Menkeu Suahasil Gantikan Purbaya, Ini Risiko yang Dibaca Pasar

Andi Syafriadi | 14 September 2026, 16:23 WIB
Menkeu Suahasil Gantikan Purbaya, Ini Risiko yang Dibaca Pasar
Ilustrasi Mata Uang Rupiah

AKURAT.CO Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara membawa perhatian baru bagi pasar keuangan. Bukan hanya soal siapa yang menempati kursi bendahara negara, tetapi juga mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah setelah pergantian tersebut.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai perubahan mendadak di posisi Menteri Keuangan berpotensi meningkatkan ketidakpastian di mata investor, terutama investor asing.

Menurut Ibrahim, pasar akan mencermati apakah pergantian tersebut membawa perubahan terhadap kebijakan anggaran yang selama ini disusun pemerintah.

Baca Juga: Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil: Bukan Perubahan Melainkan Kelanjutan!

“Faktor pemicu yang paling utama itu adalah ketidakpastian fiskal. Karena kita lihat bahwa pergantian menteri keuangan secara mendadak memicu kekhawatiran pelaku pasar dari investor asing mengenai kesinambungan kebijakan anggaran pemerintah ke depan,” kata Ibrahim melalui pesan suara yang diterima di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Kekhawatiran tersebut, lanjut Ibrahim, muncul ketika pemerintah sedang menghadapi sejumlah tekanan fiskal dan eksternal.

Salah satunya adalah perubahan asumsi dalam pengelolaan anggaran. Ibrahim menyinggung perubahan asumsi defisit anggaran dan harga minyak yang menurutnya menjadi bagian yang akan diperhatikan pasar.

Di sisi lain, tekanan eksternal juga meningkat. Harga minyak dunia telah menembus USD100 per barel pada awal September 2026. Kemudian pada 9 September, harga Brent tercatat USD101,84 per barel dan WTI USD96,06 per barel. Padahal asumsi harga minyak mentah Indonesia atau ICP dalam APBN 2026 berada di USD70 per barel.

Baca Juga: Suahasil Nazara Pegang APBN, Defisit Tak Boleh Lewat 3 Persen

Purbaya sebelumnya menyatakan pemerintah masih memiliki bantalan fiskal untuk menghadapi kenaikan harga minyak dan tetap menjaga defisit APBN di bawah 3% terhadap PDB.

Pada saat yang sama, ia mengatakan pemerintah akan mengambil langkah untuk memastikan kesinambungan anggaran jika tekanan harga minyak berlanjut hingga 2027.

Kondisi itu membuat kesinambungan kebijakan fiskal menjadi perhatian pasar setelah pergantian menteri.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.