POJK Demutualisasi BEI Terbit, Pemegang Saham Baru Masih Berproses

AKURAT.CO Terbitnya aturan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) belum serta-merta membuat proses demutualisasi bursa berjalan ke tahap masuknya pemegang saham baru.
BEI masih menunggu sejumlah proses, termasuk persetujuan OJK apabila terdapat calon pemegang saham yang akan memiliki saham bursa di atas 5%. Sementara itu, BEI telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 Oktober 2026.
Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi mengatakan, RUPSLB pada akhir Oktober tersebut pada dasarnya merupakan agenda rutin tahunan perseroan. Dia belum dapat memastikan apakah proses demutualisasi akan menjadi salah satu agenda dalam rapat tersebut.
Baca Juga: El Nino Bisa Tekan Kualitas Kredit, OJK Minta Perbankan Siapkan Langkah Antisipasi
"RUPS Bursa 28 (Oktober 2026), itu kan RUPSLB yang rutin tiap tahun memang dilakukan. Tapi, kalau Demut (Demutualisasi) itu kan masih ada proses yang memang kita tunggu juga, prosesnya ada di OJK juga," kata Iding seusai konferensi pers Capital Market Run di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, proses masuknya pemegang saham baru sebagai bagian dari demutualisasi masih membutuhkan sejumlah kesepakatan dan tahapan. Salah satunya berkaitan dengan kepemilikan saham BEI di atas 5%.
"Kalau pemegang saham baru masih proses. Ya kan harus ada, kita belum tahu juga berapa persen, kalau di atas 5 persen juga harus persetujuan OJK, ada proses di OJK-nya, gitu. Jadi, 28 (Oktober 2026) itu RUPS untuk yang memang rutin tiap tahun RUPSLB," ujarnya.
Meski begitu, Iding tidak menutup kemungkinan proses demutualisasi turut dibahas dalam RUPSLB pada 28 Oktober mendatang. Namun, kepastian mengenai hal tersebut masih menunggu proses yang berlangsung di OJK.
Baca Juga: OJK Minta Himbara Tak Kejar Besaran Kredit, Utamakan Manajemen Risiko
"Nah, apakah (RUPSLB) itu nanti termasuk Demutualisasi gitu ya dengan pemegang saham barunya, nah itu kita masih menunggu prosesnya," kata Iding.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








