Bukan Cuma APBN, Menkeu Sua Siapkan Mesin Lain Kejar Ekonomi 6 Persen

AKURAT.CO Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memasuki peran yang lebih luas dalam strategi pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.
Pemerintah tidak lagi menempatkan APBN hanya sebagai instrumen belanja, tetapi sebagai pengungkit investasi bersama Danantara dan sektor swasta.
Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyebut APBN harus berfungsi sebagai 'fiscal enabler' atau pemungkin kegiatan ekonomi. Artinya, belanja dan kebijakan perpajakan diarahkan pada titik-titik yang dapat menghasilkan dampak ekonomi lebih besar.
"APBN tentu harus terus menjadi fiscal enabler," kata Suahasil dalam ANTARA Business Forum 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Baca Juga: Ekonomi Ditarget 6 Persen, Menkeu Sua Ungkap Angka Investasi yang Dibutuhkan
Menurut Suahasil, pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya bergantung pada belanja pemerintah. Konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor perlu bergerak secara bersamaan untuk memperbesar kapasitas ekonomi.
Kerangka tersebut terlihat dalam rancangan APBN 2027. Pemerintah merencanakan belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun dan pendapatan negara Rp3.426 triliun.
Dengan postur tersebut, defisit anggaran ditetapkan Rp671,2 triliun atau 2,40% terhadap PDB. Pemerintah tetap merancang fiskal secara ekspansif, tetapi menjaga defisit agar tetap berada dalam batas yang ditetapkan.
Belanja negara diarahkan untuk mendukung sejumlah kebutuhan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, hingga pembangunan infrastruktur dan konektivitas.
Baca Juga: DPR Kaji Wacana PTN Gratis, Puan Ingatkan Kemampuan APBN
Namun, Suahasil menekankan besarnya belanja tidak otomatis menjamin pertumbuhan ekonomi. Kualitas, efisiensi, dan ketepatan sasaran belanja menjadi faktor penting.
"Belanja tidak sekadar dipercepat, tetapi juga harus memberikan manfaat yang optimal bagi perekonomian dan masyarakat," demikian kerangka kebijakan fiskal pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









