Rupiah Anjlok 22 Poin ke Rp15.730 Usai Rilis Data Non Manufaktur AS

AKURAT.CO Rupiah ditutup melemah 22 poin ke level Rp15.730 pada perdagangan Selasa, 6 Februari 2024 usai rilis data sektor jasa non manufaktur AS yang naik.
Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah ditekan sentimen eksternal dan internal.
Dari eksternal, Institute for Supply Management (ISM) mengatakan pertumbuhan sektor jasa AS meningkat pada bulan Januari karena peningkatan pesanan baru dan pemulihan lapangan kerja.
Baca Juga: Akhir Pekan, Rupiah Nanjak 104 Poin ke Rp15.660 Usai Fed Tahan Suku Bunga
Hal ini menunjukkan momentum pertumbuhan ekonomi dari kuartal keempat meluas ke tahun baru. PMI non-manufaktur ISM meningkat menjadi 53,4 dari 50,5 pada bulan Desember, lebih tinggi dari perkiraan ekonom yang disurvei oleh Reuters sebesar 52.
"Angka di atas 50 menunjukkan pertumbuhan di industri jasa, yang menggerakkan lebih dari dua pertiga perekonomian," ujar Ibrahim dikutip Selasa (6/2/2024).
Data tersebut menambah laporan ketenagakerjaan AS yang dirilis pada hari Jumat yang jauh melebihi ekspektasi dan memaksa pasar untuk menyesuaikan kembali prospek penurunan suku bunga, kekuatan dolar, dan seberapa tinggi imbal hasil Treasury, yang bertindak untuk meningkatkan mata uang AS.
Ditambahkan, pasar mulai memperhitungkan kemungkinan penurunan suku bunga lebih awal oleh The Fed. Suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama mengurangi daya tarik aset-aset yang berorientasi pada risiko dan memberikan imbal hasil tinggi, dan juga membatasi aliran modal asing ke pasar regional.
"Komentar Powell pada hari Minggu malam menegaskan kembali pesan The Fed sebelumnya bahwa ketahanan perekonomian memberi bank lebih banyak ruang untuk menjaga kebijakan moneternya tetap ketat," imbuhnya.
Hal tersebut menyebabkan sebagian besar pedagang melepas spekulasi bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada bulan Maret atau Mei.
Alat CME Fedwatch menunjukkan 83% peluang The Fed akan mempertahankan suku bunga stabil di bulan Maret, dan 35% kemungkinan The Fed akan mempertahankan suku bunga stabil di bulan Mei, naik secara substansial dari peluang 9,9% yang terlihat pada minggu lalu.
Sentimen Internal Rupiah
Pertumbuhan ekonomi selama 5 tahun terakhir masih belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Di mana yang paling tertinggi hanya berada di atas 5%. Namun, impian untuk menjadi negara maju membutuhkan tingkat pertumbuhan ekonomi tumbuh di kisaran 6-7%.
Secara rinci, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi di tahun 2019 sebesar 5,02%. Kemudian, merosot pada tahun 2020 yang terkontraksi -2,07. Hal ini disebabkan adanya pandemi Covid-19 yang menghambat laju pertumbuhan.
Selanjutnya, di tahun 2021 ekonomi mulai pulih dengan capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 3,7%. Adapun, tahun 2022 dan 2023 pertumbuhan ekonomi kembali di atas 5%, yakni masing-masing sebesar 5,31% dan 5,05%.
"Guna untuk mencapai Indonesia menjadi negara maju, maka harus meningkatlan ICOR (incremental capital output ratio) di angka 4. Saat ini, ICOR Indonesia dibandingkan negara lain masih tinggi, di sekitar angka 6 lebih sedikit," kata Ibrahim.
Namun tinggui ICOR saat ini, merupakan hal yang wajar, pasalnya Indonesia sedang membangun infrastruktur dan logistik yang memerlukan waktu untuk merasakan dampaknya, sehingga kedepan bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi denga perbaikan ICOR. Selanjutnya, integrasi industri manufaktur dan sektor perdagangan juga harus menjadi perhatian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









