Rupiah Anjlok 46 Poin ke Rp15.892 Usai Rilis Indeks Consumer Confident AS yang Melemah

AKURAT.CO Rupiah ditutup melemah 46 poin ke level Rp15.692 pada perdagangan Rabu, 28 Februari 2024 usai rilis data Conference Board Consumer Confidence Index AS Februari semalam yang turun ke 106,7 (1985=100).
Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah ditekan sentimen eksternal dan internal.
Dari eksternal, pasar sekarang tengah menanti angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi utama untuk isyarat perdagangan lebih lanjut. Data indeks harga PCE alat pengukur inflasi pilihan The Fed akan dirilis pada hari Kamis, dan diperkirakan menunjukkan inflasi tetap stabil di bulan Januari.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Turun 15 Poin ke Rp15.645
"Skenario seperti ini memberi The Fed lebih banyak dorongan untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Beberapa pejabat Fed juga memperingatkan minggu ini bahwa inflasi yang tinggi akan menghalangi The Fed untuk menurunkan suku bunga di awal tahun 2024," ujar Ibrahim dikutip Rabu (28/2/2024).
Sebelum data inflasi dirilis, pembacaan kedua PDB kuartal keempat akan dirilis pada hari Rabu, dan diperkirakan akan menunjukkan penurunan pertumbuhan ekonomi. Namun perekonomian AS diperkirakan masih akan tetap unggul dibandingkan negara-negara maju, sehingga memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama.
Di Asia, data indeks manajer pembelian China yang akan dirilis pada hari Jum’at, diperkirakan akan memberikan lebih banyak isyarat mengenai keadaan aktivitas bisnis hingga bulan Februari. Sebelumnya data indeks manager pembelian bulan Januari menunjukkan sedikit perbaikan pada perekonomian.
Sentimen Internal Rupiah
Memasuki periode 2024, gambaran prospek ekonomi global dibayangi oleh kondisi resesi dan hiperinflasi sebagai dampak situasi geopolitik dan geoekonomi internasional. Kendati demikian, kondisi perekonomian makro pada awal kuartal pertama 2024 terlihat menunjukkan outlook yang lebih optimistis, apalagi dibarengi dengan pemilihan presiden yang berjalan damai.
Hal ini ditunjukkan dengan performa pasar saham AS dan China yang bergerak ke tren yang jauh lebih positif. Setelah pembukaan kembali akses ekonomi di China, permintaan investor global terhadap saham-saham di pasar China semakin tinggi. Peningkatan dua kali lipat dari pembelian ekuitas China, dibandingkan angka 2019 atau masa sebelum pandemi.
Selain itu, Presiden Joko Widodo menyebut ekonomi Indonesia terbaik di tengah ancaman krisis global. Bahkan Indonesia masuk ke dalam tiga negara G20 dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang baik. Ekonomi Indonesia di tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05%. Sejalan dengan terkendalinya inflasi di angka 2,57%.
Kemudian, tingkat kemiskinan turun di angka 9,36%. Pengangguran turun di angka 5,32%, dan rasio ketimpangan juga turun di angka 0,388%. Meski begitu Jokowi tetap meminta pemerintah dan masyarakat untuk hati-hati dan tetap waspada. Mengingat tantangan global semakin kompleks dan tidak jelas arahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







