AKURAT.CO Bank Indonesia menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19-20 Maret 2024, berbarengan dengan Rapat Gubernur Fed atau Federal Open Market Committee (FOMC).
Menariknya, BI dihadapkan pada situasi inflasi pangan yang signifikan dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir. Bagaimana langkah BI selanjutnya untuk menjaga stabilitas ekonomi?
Ekonom dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Teuku Riefky mengatakan kebijakan stabilisasi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional penting.
Baca Juga: BI Rate Ditahan, Rupiah Nanjak 25 Poin ke Rp15.635
Riefky menegaskan bahwa mempertahankan suku bunga acuan pada level 6% merupakan langkah yang tepat mengingat kondisi inflasi yang masih terkendali dan stabilitas nilai tukar rupiah yang perlu dijaga.
"Saat ini, kondisi inflasi dan nilai tukar membenarkan bahwa tidak ada keperluan mendesak untuk BI mengubah suku bunga acuannya," kata Riefky, Rabu (20/3/2024).
Sementara itu, BI sendiri terus berupaya menjaga inflasi tetap terkendali sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Meskipun terjadi kenaikan harga pangan yang cukup mencolok, bank sentral tetap berkomitmen untuk mengawal stabilitas ekonomi nasional dengan berbagai kebijakan yang diperlukan.
Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada performa rupiah yang cenderung mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun demikian, cadangan devisa Indonesia yang relatif tinggi memberikan ketahanan tersendiri dalam menghadapi fluktuasi pasar global yang tidak menentu.
Dengan berbagai dinamika ekonomi yang terjadi, keputusan BI dalam menetapkan suku bunga acuan menjadi sorotan utama para pelaku pasar dan masyarakat luas.
Menjaga keseimbangan antara menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan cermat oleh otoritas moneter Indonesia dalam menghadapi masa yang akan datang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







