RI Cetak Pertumbuhan EKonomi 5,11 Persen di Kuartal I-2024, DPR: Tetap Waspada
Demi Ermansyah | 10 Mei 2024, 18:57 WIB

AKURAT.CO Badan Akuntabilitas Negara (BAKN) DPR RI menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2024 memberikan sentimen modal awal yang baik. Hal tersebut mengacu kepada data yang telah dirilis oleh BPS RI dimana menunjukan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama mencapai 5,11 persen.
Meskipun begitu, menurut Wakil Ketua BAKN DPR RI, Anis Byarwati mengingatkan bahwa masih terlalu dini untuk membuat prediksi mengenai kondisi ekonomi hingga akhir tahun 2024 mendatang.
"Tetap Waspada. Sebab tantangan dari ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas keuangan masih sangat besar. Perubahan dalam tingkat inflasi dan suku bunga, seperti yang terjadi di Amerika Serikat, dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia," kata Anis melalui lansiran laman resmi DPR RI, Jumat (10/5/2024).
Selain itu, imbuhnya, kondisi ekonomi global yang rapuh juga menjadi perhatian terutama dengan adanya transisi kekuasaan yang akan terjadi pada bulan Oktober. "Kita berharap semuanya bisa berjalan baik dan Pemerintahan baru bisa bekerja secara optimal," imbuhnya.
Tak hanya itu saja, Anis juga menyoroti bahwa tantangan kedepannya akan semakin berat, terutama dengan memanasnya kondisi geopolitik di beberapa wilayah dan perlambatan ekonomi Cina yang berpotensi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Ditambah dengan kondisi nilai tukar Rupiah yang melemah dapat mengancam sektor riil dan daya beli masyarakat, yang pada akhirnya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi," ucapnya kembali.
Target pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2024 sebesar 5,3% dianggap terlampau berat oleh Anis. Oleh karena itu, diperlukan kerja keras dan upaya ekstra untuk mencapainya mengingat kondisi ekonomi dan keuangan global yang masih rentan.
Sementara itu, menurutnya perekonomian nasional masih sangat terpengaruh dengan kondisi global. Ditambah kondisi geopolitik di banyak kawasan sedang memanas, perlambatan ekonomi China, tingginya angka inflasi dan suku bunga The Fed dan harga komoditas yang mulai turun.
"Ekonomi nasional belum cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi. Kita masih sangat tergantung dengan konsumsi. Sementara investasi dan ekspor belum bisa diharapkan banyak menopang pertumbuhan. Sekali lagi ini PR Pemerintahan baru nantinya," ungkapnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, parlemen akan terus mendorong pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan dalam APBN 2024.
"Meskipun tugas ini tidaklah mudah terutama dengan masa pemerintahan yang tinggal sedikit waktu lagi dan keterbatasan kebijakan baru yang dapat dikeluarkan, kami di parlemen akan tetap mendukung pemerintahan untuk bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi yang sudah ditetapkan di APBN 2024," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








