Akurat
Pemprov Sumsel

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Airlangga Minta Pemprov DKI Jakarta Kebut Gig Economy

Hefriday | 18 Desember 2025, 14:57 WIB
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Airlangga Minta Pemprov DKI Jakarta Kebut Gig Economy

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengakselerasi pengembangan gig economy sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional. 

Skema ini dinilai relevan dengan karakter DKI yang memiliki pendapatan per kapita tinggi serta ekosistem digital yang relatif matang.
 
Airlangga menekankan bahwa gig economy adalah model kerja berbasis proyek dengan melibatkan pekerja independen atau freelancer yang dapat menjadi akselerator ekonomi jika didorong secara konsisten. Menurutnya, DKI Jakarta memiliki modal kuat untuk menjadi lokomotif percepatan tersebut.
 
“Saya minta di-gas aja untuk ekonomi gig karena dengan demikian ini akan menjadi akselerator, dan ini yang akan membuat Indonesia tumbuh di 8 persen,” ujar Airlangga saat menghadiri Launching Program Pelatihan Gig Economy dan AI Open Innovation Challenge di Jakarta, Kamis (18/12/2025). 
 
 
Dirinya menambahkan, berbeda dengan situasi pandemi COVID-19 yang membutuhkan keseimbangan antara stimulus dan pembatasan, pengembangan gig economy di DKI saat ini cukup didorong penuh. “Untuk DKI kita cuma ada satu aja, gas terus, gas full,” katanya.
 
Program Gig Economy merupakan paket kebijakan ekonomi kedelapan yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. 
 
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga meresmikan AI Open Innovation Challenge atau hackathon untuk mendorong lahirnya inovasi teknologi dari generasi muda.
 
Airlangga mengungkapkan adopsi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Indonesia mengalami lonjakan signifikan. Penggunaan AI tercatat tumbuh 127%, dengan sekitar 91 juta peluang kerja baru mengalir ke sektor ini pada semester I-2025.
 
Berdasarkan data Google, Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat adopsi AI tertinggi di ASEAN, mencapai 24,6%. Indonesia juga menempati peringkat keempat di Asia dalam adopsi teknologi AI oleh perusahaan.
 
Dari sisi ekonomi, nilai pasar AI di Indonesia diperkirakan mencapai USD70,6 miliar. Angka tersebut mencerminkan potensi besar pengembangan ekosistem digital yang terintegrasi dengan kebutuhan pasar tenaga kerja baru, termasuk melalui skema gig economy.
 
Untuk memperkuat ekosistem tersebut, pemerintah menyiapkan program pengembangan AI yang akan diperluas ke 15 daerah. Program ini akan dijalankan melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku industri digital.
 
Pelatihan Gig Economy bagi generasi Z digelar selama tiga hari, mulai 16 hingga 20 Desember 2025. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan digital dan kesiapan kerja berbasis proyek yang dibutuhkan industri.
 
Airlangga juga menyoroti kesiapan infrastruktur pendukung yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta. Salah satunya adalah Jakarta Creative Hub yang difungsikan sebagai ruang kerja dan pengembangan digital.
 
“DKI menyiapkan gedung ini khusus untuk pengembangan digital. Baru dibuka satu lantai, tetapi potensinya bisa mencapai enam lantai atau sekitar 7.000 meter persegi,” ujar Airlangga.
 
Dirinya menegaskan, penguatan ekosistem AI membutuhkan kolaborasi multipihak. Kerja sama melibatkan Kementerian Ekonomi Kreatif, pemerintah daerah, serta sektor swasta seperti Telkom, Jababeka, dan Grup Emtek yang siap menjadi mitra pengembangan.
 
Pemerintah berharap akselerasi gig economy yang terintegrasi dengan penguatan ekosistem AI dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing talenta muda, serta berkontribusi signifikan terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa