Hadapi Serangan Trump di Medsos, Tim Biden Rogoh Ratusan Miliar Untuk Kampanye

AKURAT.CO SuperPAC yang mendukung Presiden AS Joe Biden telah mengumpulkan jutaan dolar untuk mengatasi tantangan dari mesin media sosial Partai Republik yang digunakan untuk menyebarluaskan video-video viral.
Upaya ini, yang dijalankan oleh Future Forward USA Action secara rahasia, menyoroti kekhawatiran luas di kalangan Demokrat bahwa mereka kalah dalam perlombaan video viral dengan lawan mereka.
"Kami hadir untuk membantu memecahkan masalah, dan TikTok adalah salah satu masalah yang ingin kami selesaikan," kata seorang sumber dari Partai Demokrat yang tidak disebutkan namanya, dilansir dari Reuters, Jumat (21/6/2024).
Baca Juga: Joe Biden Hapus Utang Mahasiswa Senilai Rp123 Triliun, Apa Alasannya?
SuperPAC, yang didukung oleh tokoh-tokoh teknologi seperti Dustin Moskovitz dari Facebook dan Reed Hoffman dari LinkedIn, telah mengumpulkan setidaknya USD10 juta atau setara dengan Rp164,7 miliar, untuk lebih memahami algoritma yang memungkinkan Trump dan pendukungnya mendominasi platform video.
Kelompok tersebut baru-baru ini menyelenggarakan acara "Trending Up" di Washington DC, mengundang 140 influencer untuk membahas strategi mereka, yang saat ini berfokus pada Instagram Reels, YouTube Shorts, dan TikTok.
Pertarungan di media sosial memiliki dampak besar dalam persaingan ketat antara Biden dan Trump, yang menampilkan dua kandidat yang kurang populer. Biden baru-baru ini memulai kampanye aktif di TikTok, sementara Trump telah berhasil menarik lebih dari 6,4 juta pengikut sejak bergabung.
Pew Research Center mencatat bahwa media sosial memainkan peran sentral dalam konsumsi berita di Amerika, terutama di kalangan generasi muda. Setengah dari orang dewasa di AS mendapatkan berita mereka dari platform media sosial.
Chauncey McLean, kepala Future Forward, tidak memberikan komentar mengenai aktivitas kelompoknya yang berencana menghabiskan USD250 juta setara Rp4,12 triliun untuk kampanye iklan digital dan televisi.
Pihak Republik telah menggunakan video-video yang diedit untuk menyerang Biden, sementara Demokrat menyebutnya sebagai upaya manipulatif untuk memperburuk pandangan terhadap usia Biden.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








