Menteri Retno Sebut Diaspora Kunci Sukses Indonesia Emas 2045

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menegaskan pentingnya peran diaspora Indonesia dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Pernyataan tersebut disampaikan pada acara Global Human Capital (GHC) Summit 2024 yang berlangsung di Hotel Pullman, Jakarta, pada Selasa (20/8/2024).
Dalam pidatonya, Retno menjelaskan tiga kontribusi utama yang dapat diberikan oleh diaspora untuk mendukung masa depan bangsa. Pertama, ia mengidentifikasi diaspora sebagai agen perubahan yang berperan dalam berbagai sektor, seperti penelitian, inovasi, seni, budaya, dan olahraga. "Masing-masing dari Anda adalah katalisator dalam bidang Anda masing-masing untuk mendorong Indonesia yang lebih baik," ungkap Retno dalam sebuah rekaman video.
Kedua, Retno menyoroti peran diaspora sebagai navigator dalam menghadapi perubahan global yang pesat. Ia menekankan pentingnya kontribusi diaspora dalam mengidentifikasi peluang dan menyelesaikan tantangan yang timbul akibat kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, energi bersih, dan komputasi kuantum.
Baca Juga: Menlu Retno: Anak Muda Punya Peran Penting Jadi Agen Perdamaian dan Perubahan
“Anda adalah navigator kami dalam mengidentifikasi potensi, menghindari masalah, dan menghasilkan solusi terhadap dinamika ini. Bersama-sama, kita dapat mencapai apa yang dibutuhkan untuk mempercepat transformasi sosial, teknologi, dan ekonomi kita menuju Indonesia Emas pada tahun 2045," tambah Retno.
Ketiga, Retno menegaskan pentingnya diaspora dalam membangun jembatan antara Indonesia dan komunitas internasional. Ia mengutip pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut diaspora berperan penting dalam memperluas jaringan global Indonesia.
“Setiap dari Anda menyuarakan aspirasi kami untuk Indonesia yang damai, sejahtera, demokratis, dan inklusif," jelasnya.
Selain itu, Retno juga mengungkapkan keyakinannya bahwa GHC Summit 2024 akan memberikan kontribusi signifikan dalam menentukan dan melaksanakan peran strategis diaspora. "Indonesia dan diasporanya harus membentuk sinergi dan kemitraan simbiosis untuk memproyeksikan Indonesia yang sejahtera dan inklusif bagi generasi mendatang," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









