Aktivitas Manufaktur China Ekspansif di Tengah Stimulus Ekonomi
Demi Ermansyah | 4 November 2024, 23:23 WIB

AKURAT.CO Aktivitas manufaktur China mencatatkan peningkatan tak terduga pada bulan lalu, meskipun adanya libur panjang selama seminggu. Berdasarkan survei dari Caixin dan S&P Global, indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) Caixin naik ke 50,3, melampaui angka 49,3 pada bulan September.
Angka ini juga berada di atas perkiraan median ekonom Bloomberg sebesar 49,7. Kenaikan di atas angka 50 menandakan bahwa sektor manufaktur China memasuki fase ekspansi.
Kenaikan PMI ini menggarisbawahi efek positif dari paket stimulus yang diluncurkan pemerintah China pada akhir September. Langkah-langkah stimulus tersebut mencakup pemotongan suku bunga dan kebijakan mendorong sektor properti.
Kenaikan PMI ini menggarisbawahi efek positif dari paket stimulus yang diluncurkan pemerintah China pada akhir September. Langkah-langkah stimulus tersebut mencakup pemotongan suku bunga dan kebijakan mendorong sektor properti.
Langkah ini berhasil meningkatkan kepercayaan pelaku pasar dan memicu optimisme di kalangan ekonom. Proyeksi pertumbuhan ekonomi China saat ini mencapai sekitar 4,8% menurut Bloomberg, mendekati target pertumbuhan resmi negara tersebut sebesar 5%.
Pemulihan ini menunjukkan bahwa pemerintah China berhasil menstabilkan sektor manufaktur yang telah mengalami kontraksi dalam lima bulan sebelumnya.
Pemulihan ini menunjukkan bahwa pemerintah China berhasil menstabilkan sektor manufaktur yang telah mengalami kontraksi dalam lima bulan sebelumnya.
Hasil survei dari Caixin yang berfokus pada perusahaan kecil dan orientasi ekspor menunjukkan bahwa kinerja ekspor China tetap kuat meski mengalami tantangan di pasar global. PMI Caixin secara konsisten lebih tinggi dari survei resmi selama setahun terakhir, menandakan bahwa sektor manufaktur berbasis ekspor masih menjadi andalan.
Dukungan pemerintah ini diharapkan terus menopang pemulihan ekonomi hingga akhir tahun, meski ketidakpastian global seperti tarif baru Uni Eropa terhadap kendaraan listrik China dan kemungkinan kebijakan tarif tinggi AS terhadap produk China tetap membayangi prospek jangka panjang.
Dukungan pemerintah ini diharapkan terus menopang pemulihan ekonomi hingga akhir tahun, meski ketidakpastian global seperti tarif baru Uni Eropa terhadap kendaraan listrik China dan kemungkinan kebijakan tarif tinggi AS terhadap produk China tetap membayangi prospek jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









