PayPal Digugat Pengusaha Asia Buntut Program Investasi Yang Diduga Rasis

AKURAT.CO Seorang pengusaha perempuan keturunan Asia-Amerika, Nisha Desai, menggugat perusahaan pembayaran digital PayPal atas dugaan diskriminasi rasial dalam program investasi mereka.
Gugatan ini berpusat pada keputusan PayPal yang membatasi sebagian dana investasi senilai USD535 juta hanya untuk pelamar berkulit hitam dan Hispanik, yang menurut Desai telah merugikannya secara finansial.
Dikutip dari Reuters, Nisha Desai, bersama perusahaan ventura miliknya, Andav Capital, mengajukan gugatan di pengadilan federal Manhattan. Dalam pengaduannya, Desai mengklaim bahwa kebijakan PayPal tersebut melanggar undang-undang hak sipil, termasuk Section 1981 dari Civil Rights Act 1866 dan Title VI dari Civil Rights Act 1964.
Baca Juga: Hari BTC 2022, Pendiri PayPal Sebut Akhir dari Mata Uang Fiat
Ia juga menuding pelanggaran terhadap undang-undang hak asasi manusia negara bagian dan kota New York.
PayPal sebelumnya meluncurkan program investasi ini pada Juni 2020 untuk mendukung bisnis milik komunitas minoritas, khususnya kulit hitam dan Hispanik. Program ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan ekonomi.
Namun, menurut Desai, PayPal menghentikan komunikasinya setelah dia menghabiskan waktu lebih dari satu bulan mengajukan pendanaan. Pada saat yang sama, perusahaan tersebut menginvestasikan USD100 juta kepada 19 firma ventura yang dipimpin oleh orang kulit hitam dan Hispanik.
Desai, yang lahir dan besar di Selatan Amerika Serikat dari orang tua imigran, menganggap dirinya memenuhi syarat untuk program tersebut. Namun, ia mengatakan bahwa PayPal menyatakan dirinya tidak layak hanya karena latar belakang keturunan Asia.
"Bagi PayPal dan eksekutifnya, orang Asia-Amerika mungkin minoritas, tetapi mereka dianggap minoritas yang salah," ujar Desai dalam gugatan tersebut.
Sementara itu, PayPal menolak memberikan komentar lebih lanjut, dengan alasan mereka tidak membahas litigasi yang sedang berlangsung. Gugatan ini menarik perhatian karena berpotensi menantang inisiatif keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) yang banyak diadopsi perusahaan besar di Amerika Serikat.
Kasus ini juga menyoroti semakin kuatnya dorongan kelompok konservatif untuk membatasi program DEI di dunia korporasi. Desai diwakili oleh firma hukum Consovoy McCarthy, yang sebelumnya mewakili kelompok advokasi "Do No Harm" dalam kasus serupa melawan perusahaan farmasi Pfizer terkait program beasiswa berbasis ras.
Program PayPal sendiri dikritik karena dianggap tidak inklusif bagi komunitas minoritas lainnya, seperti orang Asia-Amerika. Desai menyebut kebijakan tersebut telah menghalanginya mengakses pendanaan yang bisa membantu bisnisnya berkembang. "Kebijakan ini tidak hanya tidak adil, tetapi juga melanggengkan stereotip bahwa semua orang Asia-Amerika tidak membutuhkan dukungan finansial," kata Desai.
Dalam gugatannya, Desai meminta pengadilan untuk melarang PayPal mempertimbangkan ras dan etnis dalam program investasinya. Ia juga menuntut ganti rugi yang belum ditentukan jumlahnya. Gugatan ini diyakini dapat menjadi ujian besar bagi program keberagaman berbasis ras di perusahaan-perusahaan besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







