AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membuat pernyataan mengejutkan yang memberikan ruang bagi Elon Musk untuk mengakuisisi TikTok.
Pernyataan ini muncul di tengah panasnya perdebatan seputar aplikasi media sosial asal China tersebut, yang dianggap oleh pemerintahan Trump sebagai ancaman keamanan nasional.
TikTok, yang digunakan oleh sekitar 170 juta orang Amerika, telah menjadi target undang-undang di AS yang memaksa pemiliknya, ByteDance, untuk menjual operasionalnya di negara itu.
Keputusan ini diambil karena adanya kekhawatiran bahwa data pengguna TikTok dapat disalahgunakan oleh pemerintah China.
Dilansir Bloomberg, Kamis (23/1/2025), Trump menyatakan dukungannya jika Elon Musk, CEO Tesla dan salah satu tokoh bisnis terkemuka, ingin mengambil alih TikTok.
Baca Juga: Xi Jinping Telepon Trump Bahas Nasib TikTok
Seperti yang diketahui, TikTok sempat dinonaktifkan sementara di AS sebelum undang-undang yang memaksa penjualannya diterapkan. Trump juga telah menandatangani perintah eksekutif yang memberikan waktu 75 hari sebelum aturan itu diberlakukan penuh.
Namun, langkah ini tidak lepas dari kontroversi. Beberapa pihak, termasuk pendukung kebebasan berbicara, menentang kebijakan tersebut. Mereka menganggap pelarangan TikTok sebagai pelanggaran terhadap prinsip kebebasan berekspresi.
Bloomberg News melaporkan bahwa pejabat China telah mempertimbangkan opsi awal untuk menjual operasi TikTok di AS kepada Musk. Meski demikian, ByteDance membantah laporan ini dan menyatakan bahwa mereka masih memegang kendali penuh atas aplikasi tersebut.
Pernyataan Trump tentang TikTok tidak sepenuhnya mengejutkan. Sebelumnya, ia telah menunjukkan minat untuk memanfaatkan aplikasi ini sebagai peluang bisnis bagi Amerika. Dukungan Trump terhadap Musk juga bisa dipandang sebagai langkah strategis, mengingat kedekatan keduanya di dunia bisnis.
Banyak pengamat berpendapat bahwa Trump ingin memastikan bahwa aplikasi ini, jika terus beroperasi di AS, dapat memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi negara. Namun, langkah ini juga dianggap sebagai sinyal politik untuk menekan China di tengah ketegangan perdagangan dan geopolitik yang sedang memanas.
Hingga saat ini, masa depan TikTok di AS masih belum jelas. Dengan larangan yang sedang diterapkan dan perintah eksekutif yang memberikan tenggat waktu, keputusan akhir akan sangat bergantung pada bagaimana ByteDance dan pemerintah AS mencapai kesepakatan.
Namun, jika Elon Musk benar-benar tertarik untuk membeli TikTok, akuisisi ini bisa menjadi salah satu langkah besar yang mengubah lanskap media sosial di AS. Musk, yang dikenal sebagai inovator dan pengambil risiko, memiliki potensi untuk mengembangkan TikTok ke arah yang lebih besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








